Monev KKLPPM 2026 Universitas Malahayati, Ini Pesan Penting untuk Para Mahasiswa
Universitas Malahayati menggelar Monev KKLPPM 2026 di tiga kelurahan untuk mengevaluasi program mahasiswa dan memperkuat manfaat bagi masyarakat.--
LAMPUNG.DISWAY.ID - Universitas Malahayati Lampung terus memastikan pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKLPPM) Tahun 2026 berjalan sesuai program dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) KKLPPM yang digelar pada Senin, 10 Agustus 2026.
Kegiatan Monev melibatkan jajaran Rektorat dan dosen Universitas Malahayati dengan turun langsung ke sejumlah wilayah yang menjadi lokasi pelaksanaan KKLPPM.
Pemantauan dilakukan terhadap aktivitas mahasiswa di tingkat RW pada masing-masing kelurahan.
BACA JUGA:Resmi Ditutup! KKL PPM Universitas Malahayati 2026 Tinggalkan Pesan untuk Masyarakat Kota Metro
Langkah ini dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan program sekaligus memastikan mahasiswa menjalankan kegiatan sesuai tujuan yang telah ditetapkan.
Tim Monev Turun Langsung ke Lokasi KKLPPM
Dalam pelaksanaannya, Monev dilakukan di tiga kelurahan, yakni Karang Rejo, Purwoasri, dan Purwosari.
Universitas Malahayati menugaskan sejumlah dosen sebagai tim pemonev untuk melakukan pemantauan dan evaluasi di lokasi.
Tim tersebut terdiri dari:
- Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep, Ners., M.Kes, yang melakukan Monev di Karang Rejo.
- Adit Arif Firmanto, SH., MH, yang bertugas di Purwoasri.
- Satria Wijaya, M.Pd, yang melakukan pemantauan di Purwosari.
Kehadiran tim Monev di lapangan menjadi bagian penting dalam memastikan program KKLPPM tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga benar-benar terlaksana dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
BACA JUGA:Bukan Sekadar Seremonial, Ini Pesan Rektor Universitas Malahayati di HUT RI ke-81
Evaluasi Program dan Keterlibatan Mahasiswa
Selama pelaksanaan monitoring, tim melakukan evaluasi terhadap berbagai kegiatan yang telah dijalankan mahasiswa di wilayah masing-masing.
Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan kemasyarakatan, koordinasi dengan perangkat kelurahan dan pengurus RW, pelaksanaan program kerja, serta manfaat yang dirasakan masyarakat dari keberadaan mahasiswa.
Monev juga menjadi sarana untuk melihat kemampuan mahasiswa dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama proses perkuliahan ke dalam kondisi nyata di tengah masyarakat.
Sumber: