Ulat Sutera Bisa Dimakan? Ini Kandungan Nutrisi dan Potensi Manfaatnya

Ulat Sutera Bisa Dimakan? Ini Kandungan Nutrisi dan Potensi Manfaatnya

Manfaat ulat sutera ternyata berasal dari protein, asam amino, omega-3, vitamin, mineral, flavonoid dan peptida bioaktif.--

LAMPUNG.DISWAY.ID - Ulat sutera selama ini lebih dikenal sebagai serangga penghasil benang sutera. Namun, di balik perannya dalam industri tekstil, ulat sutera, terutama jenis Bombyx mori, juga menarik perhatian peneliti karena memiliki kandungan protein, lemak, asam amino, vitamin, mineral, serta sejumlah senyawa bioaktif.

Bagian yang paling banyak diteliti bukan hanya larvanya, tetapi juga pupa ulat sutera yang merupakan hasil samping industri pemintalan sutera. 

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pupa Bombyx mori memiliki profil nutrisi yang cukup padat dan berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pangan, pangan fungsional, hingga bahan baku penelitian biomedis.

Meski demikian, manfaat kesehatan ulat sutera tidak boleh dipahami sebagai klaim bahwa mengonsumsi ulat sutera dapat menyembuhkan penyakit tertentu. 

BACA JUGA:Apa Saja Manfaat Belatung? Kenali Kandungan Aktif dan Khasiat Medisnya

Sebagian besar temuan mengenai aktivitas biologisnya masih berasal dari penelitian laboratorium, hewan, atau kajian terhadap ekstrak dan peptida tertentu.

Kandungan aktif dalam ulat sutera

Profil nutrisi ulat sutera dapat berbeda-beda tergantung spesies, tahap perkembangan, pakan, lingkungan, serta metode pengolahan. Karena itu, angka kandungan nutrisi tidak selalu sama pada setiap penelitian.

Beberapa komponen penting yang banyak ditemukan pada pupa Bombyx mori antara lain:

1. Protein dan asam amino

Protein merupakan salah satu komponen utama pupa ulat sutera. Salah satu penelitian melaporkan kandungan protein sekitar 51–55 persen pada basis berat kering. Protein tersebut juga mengandung berbagai asam amino esensial.

Protein ulat sutera kemudian dapat dipecah menjadi peptida bioaktif. Sejumlah kajian menemukan bahwa peptida tersebut berpotensi memiliki aktivitas antioksidan, antihipertensi, antiinflamasi, imunomodulator, hingga aktivitas yang berkaitan dengan metabolisme glukosa dan lemak.

BACA JUGA:Kecoak untuk Kesehatan, Mitos atau Fakta? Ini Jawaban Berdasarkan Riset

Namun, hasil penelitian tersebut belum berarti konsumsi ulat sutera secara langsung memberikan efek terapi yang sama pada manusia.

2. Asam lemak omega-3 dan omega-6

Pupa ulat sutera juga mengandung lipid dalam jumlah cukup tinggi. Penelitian menunjukkan adanya berbagai jenis asam lemak, termasuk asam alfa-linolenat (ALA) yang merupakan salah satu asam lemak omega-3, serta asam linoleat dari kelompok omega-6.

Komposisi lemak ini menjadi salah satu alasan pupa ulat sutera diteliti sebagai sumber alternatif lipid bernilai nutrisi.

3. Polifenol dan flavonoid

Sumber: