Demensia Bisa Menyerang Lansia, Kenali Penyebab, Gejala dan Faktor Risikonya
Demensia bukan sekadar pikun. Kenali pengertian, penyebab, jenis, gejala, faktor risiko, dan pentingnya deteksi dini.--
LAMPUNG.DISWAY.ID - Demensia masih kerap dianggap sebagai kondisi yang wajar terjadi ketika seseorang memasuki usia lanjut. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Demensia bukan bagian normal dari proses penuaan.
Kondisi ini merupakan kumpulan gejala akibat penurunan fungsi kognitif otak yang cukup berat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, kemampuan berkomunikasi, pengambilan keputusan, perilaku, hingga kemandirian seseorang.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga menjelaskan bahwa demensia dapat menyebabkan gangguan pada daya ingat, kemampuan berpikir, komunikasi, pengendalian perilaku dan emosi. Gejalanya dapat memburuk secara bertahap dan membuat penderitanya semakin membutuhkan bantuan orang lain.
BACA JUGA:Charles Bonnet Syndrome: Penyebab Orang dengan Gangguan Mata Bisa Mengalami Halusinasi Visual
Apa Itu Demensia?
Secara medis, demensia bukan merupakan satu penyakit tertentu, melainkan istilah umum untuk sekumpulan gejala yang terjadi akibat kerusakan sel saraf dan koneksi antarsel di otak.
Gangguan tersebut dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengingat informasi, berpikir, memahami sesuatu, berbicara, mengambil keputusan hingga menjalankan aktivitas yang sebelumnya dapat dilakukan secara mandiri.
Menurut National Institute on Aging (NIA), demensia terjadi ketika gangguan fungsi kognitif seperti berpikir, mengingat dan bernalar sudah cukup berat hingga mengganggu kehidupan sehari-hari. Kondisi ini dapat berkembang dari tahap ringan hingga berat.
Karena itu, seseorang yang sesekali lupa menaruh barang belum tentu mengalami demensia. Lupa sesekali dapat menjadi bagian dari proses penuaan atau dipengaruhi kelelahan, stres maupun kondisi kesehatan tertentu.
BACA JUGA:Apa Itu Duchenne Muscular Dystrophy? Kenali Penyebab dan Gejala DMD pada Anak
Yang perlu diwaspadai adalah penurunan kemampuan yang semakin sering terjadi dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Demensia Bukan Sekadar Lupa
Salah satu tanda yang paling dikenal adalah gangguan daya ingat. Namun, demensia tidak hanya berkaitan dengan lupa.
Penderitanya dapat mengalami kesulitan menemukan kata ketika berbicara, mengikuti percakapan, mengatur keuangan, menyelesaikan pekerjaan yang sebelumnya biasa dilakukan, mengenali tempat, bahkan mengambil keputusan.
Perubahan perilaku dan kepribadian juga dapat muncul. Seseorang yang sebelumnya aktif bersosialisasi dapat menjadi lebih tertutup, mudah tersinggung, curiga atau kehilangan minat terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai.
Sumber: