Skizofrenia: Apa Penyebabnya, Adakah Obatnya, dan Bisakah Sembuh?
Kenali penyebab skizofrenia, gejala, pilihan obat, terapi, dan peluang pemulihan berdasarkan penjelasan WHO serta lembaga kesehatan mental.--
LAMPUNG.DISWAY.ID – Skizofrenia merupakan gangguan kesehatan mental serius yang dapat memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan sesuatu, memahami kenyataan, dan berinteraksi dengan lingkungan.
Kondisi ini kerap disalahpahami masyarakat, bahkan masih sering dikaitkan dengan anggapan keliru bahwa penderitanya memiliki kepribadian ganda.
Padahal, skizofrenia berbeda dari gangguan identitas disosiatif atau yang kerap disebut kepribadian ganda.
Skizofrenia terutama berkaitan dengan gangguan persepsi terhadap kenyataan, yang dapat ditandai dengan halusinasi, delusi, serta pola pikir dan perilaku yang tidak terorganisasi.
Lantas, apa penyebab skizofrenia? Apakah kondisi ini bisa diobati dan apakah penderitanya dapat pulih?
BACA JUGA:Demensia Bisa Menyerang Lansia, Kenali Penyebab, Gejala dan Faktor Risikonya
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa skizofrenia memengaruhi jutaan orang di seluruh dunia. Dalam lembar fakta yang diperbarui pada 6 Oktober 2025, WHO memperkirakan sekitar 23 juta orang hidup dengan kondisi ini.
WHO juga menyebutkan bahwa tersedia berbagai pilihan penanganan yang efektif, dan setidaknya satu dari tiga orang dengan skizofrenia dapat mengalami pemulihan penuh.
Apa Itu Skizofrenia?
Skizofrenia adalah gangguan mental yang memengaruhi proses berpikir, persepsi, emosi, perilaku, dan kemampuan seseorang menjalani aktivitas sehari-hari.
Menurut National Institute of Mental Health (NIMH), lembaga penelitian kesehatan mental di bawah Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat, skizofrenia dapat membuat seseorang kesulitan membedakan pengalaman yang dirasakan dengan kenyataan di sekitarnya.
BACA JUGA:Charles Bonnet Syndrome: Penyebab Orang dengan Gangguan Mata Bisa Mengalami Halusinasi Visual
Gejala dan tingkat keparahannya berbeda pada setiap orang. Ada yang mengalami gejala secara berulang, sementara orang lain menghadapi gejala yang menetap dalam jangka panjang.
Kondisi ini umumnya mulai terdiagnosis pada usia remaja akhir hingga awal masa dewasa. NIMH menyebutkan bahwa diagnosis sering ditegakkan pada rentang usia 16-30 tahun, setelah episode psikosis pertama. Namun, skizofrenia dapat muncul di luar rentang usia tersebut.
Skizofrenia bukan tanda kelemahan karakter atau kurangnya kemauan seseorang. Kondisi ini membutuhkan penilaian profesional dan penanganan medis yang sesuai.
Apa Saja Gejala Skizofrenia?
Sumber: