Tanpa Disadari, 15 Kebiasaan Ini Sering Dilakukan Banyak Orang Setiap Hari
Kenali 15 kebiasaan aneh yang sering dilakukan tanpa sadar, mulai dari menggigit kuku hingga mengigau, beserta penjelasan ilmiah dan tanda bahayanya.--
LAMPUNG.DISWAY.ID - Sebagian perilaku otomatis memang umum terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Ada yang berkaitan dengan stres, kebosanan, konsentrasi, atau pola tidur. Namun, beberapa kebiasaan yang sulit dihentikan hingga menimbulkan luka atau mengganggu aktivitas juga dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu.
Menurut informasi medis dari Cleveland Clinic, perilaku berulang yang berfokus pada tubuh atau body-focused repetitive behaviors (BFRB) dapat mencakup menggigit kuku, mencabuti rambut, dan mengorek kulit. Sebagian orang melakukannya tanpa menyadari tindakannya, sementara yang lain merasakan dorongan kuat yang sulit dikendalikan.
Lantas, apa saja kebiasaan aneh yang kerap dilakukan tanpa sadar, dan kapan perilaku tersebut perlu diwaspadai?
1. Menggigit kuku ketika gugup atau bosan
Menggigit kuku merupakan salah satu kebiasaan yang sering muncul saat seseorang merasa tegang, bosan, atau sedang berkonsentrasi.
BACA JUGA:Sindrom Manusia Serigala: Apa Penyebabnya dan Bisakah Disembuhkan?
Pada sebagian orang, aktivitas ini memberikan sensasi lega sesaat. Namun, jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan menggigit kuku dapat merusak jaringan di sekitar kuku dan meningkatkan risiko infeksi.
Cleveland Clinic menjelaskan bahwa kebiasaan ini dapat menjadi bagian dari BFRB ketika dilakukan berulang kali dan sulit dihentikan.
Penanganannya dapat melibatkan pengenalan pemicu, perubahan perilaku, dan bantuan profesional jika sudah menimbulkan masalah.
2. Menggoyangkan kaki tanpa menyadarinya
Sebagian orang terbiasa menggoyangkan kaki saat duduk bekerja, belajar, menunggu, atau menonton televisi.
Gerakan ini bisa menjadi kebiasaan otomatis ketika seseorang bosan, gelisah, atau membutuhkan stimulasi saat berkonsentrasi. Akan tetapi, menggoyangkan kaki saja tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa seseorang mengalami gangguan kecemasan atau gangguan neurologis.
BACA JUGA:Sering Mengalami Déjà Vu? Ini Penyebabnya Menurut Sains dan Pandangan Islam
Jika gerakan disertai dorongan kuat untuk terus bergerak, terutama ketika beristirahat atau malam hari, pemeriksaan medis dapat membantu memastikan apakah ada kondisi lain yang mendasarinya.
Sumber: