Signal Crypto Terbaru Saat Bitcoin Turun dan Altcoin Melemah, Ini Area Entry yang Dipantau Trader

Signal Crypto Terbaru Saat Bitcoin Turun dan Altcoin Melemah, Ini Area Entry yang Dipantau Trader

Signal Crypto Terbaru Saat Bitcoin Turun dan Altcoin Melemah, Ini Area Entry yang Dipantau Trader--

LAMPUNG.DISWAY.ID - Pasar aset kripto masih bergerak dalam tekanan dengan sebagian besar koin utama berada di zona negatif. Berdasarkan data CoinMarketCap, koreksi harga masih mendominasi pergerakan harian maupun mingguan, menandakan sentimen investor cenderung defensif dan menghindari risiko.

Bitcoin (BTC) sebagai aset kripto dengan kapitalisasi terbesar saat ini diperdagangkan di kisaran USD 68.581 dan mencatat penurunan sekitar 2,3% dalam 24 jam terakhir. Pelemahan ini ikut menahan laju pemulihan pasar secara keseluruhan.

Ethereum (ETH) juga masih tertekan di area USD 2.012 setelah turun sekitar 4,4% harian. Kondisi tersebut menunjukkan tekanan jual masih cukup kuat dan minat beli belum mampu mendorong pembalikan tren secara signifikan.

Berbeda dengan koin utama, kelompok stablecoin cenderung stabil. USDT bergerak di sekitar USD 0,999 dan USDC di kisaran USD 0,9998, mencerminkan pergeseran sebagian dana investor ke aset lindung nilai sementara.

BACA JUGA:TECNO MEGAPAD SE Resmi Meluncur, Tablet AI Ringan untuk Belajar dan Produktivitas

Tekanan juga terjadi pada altcoin berkapitalisasi besar. XRP turun sekitar 3% ke level USD 1,39. BNB melemah hampir 3% ke area USD 618. Solana (SOL) mengalami koreksi lebih dalam sekitar 4,9% ke kisaran USD 82, menandakan volatilitas tinggi dan berkurangnya eksposur pada aset berisiko.

TRON (TRX) relatif lebih stabil dibanding altcoin lain, dengan penurunan tipis sekitar 0,3% di area USD 0,27. Sementara itu, Dogecoin (DOGE) dan Cardano (ADA) juga masih bergerak turun masing-masing sekitar 3–4% dalam perdagangan harian.

Meski pasar masih tertekan, sejumlah analis melihat tanda awal fase pemulihan. Mengacu pada laporan Yahoo Finance, analis Compass Point, Ed Engel, menilai pasar kripto sedang memasuki tahap pemulihan awal setelah fase kapitulasi besar pekan lalu. Menurutnya, kapitulasi masif biasanya terjadi mendekati akhir tekanan jual.

Namun Engel juga memperingatkan bahwa Bitcoin masih berpeluang menguji ulang area USD 60.000, bahkan berpotensi turun hingga sekitar USD 55.000 sebelum menemukan level support yang lebih kuat.

BACA JUGA:Dorong Daya Saing Pati Ubi Kayu Nasional, Kemenperin Satukan Produsen dan Industri Pengguna

Pandangan sejalan disampaikan investor veteran Mark Yusko. Berdasarkan pola siklus historis, ia memperkirakan Bitcoin dapat menguji rentang USD 50.000–60.000 sebagai area pembentukan dasar harga.

Zona tersebut dinilai sebagai area teknikal yang wajar dalam fase akhir tren bearish, bukan sinyal kejatuhan ekstrem. Ia juga menilai koreksi pada siklus saat ini relatif lebih moderat dibanding periode sebelumnya.

Yusko menambahkan bahwa reli yang lebih kuat berpotensi terjadi jika muncul katalis besar, seperti perubahan signifikan pada posisi pasar futures yang dapat memicu lonjakan pembelian mendadak.

Di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif, sinyal trading jangka pendek muncul dari aset Fartcoin yang mulai dilirik trader spekulatif. Area entry dipertimbangkan pada kisaran 3.000–3.050 sebagai zona awal akumulasi.

Sumber: