Spurs Gilas Lakers 136-108 di Kandang, Wembanyama Tampil Dominan
Spurs Gilas Lakers 136-108 di Kandang, Wembanyama Tampil Dominan--
LAMPUNG.DISWAY.ID - San Antonio Spurs menunjukkan performa luar biasa saat menaklukkan Los Angeles Lakers dengan skor telak 136-108 dalam lanjutan laga NBA di Crypto.com Arena, Los Angeles, Rabu pagi WIB.
Sejak awal pertandingan, tim tamu langsung mengambil kendali dan tidak memberi ruang bagi tuan rumah untuk berkembang.
Kekalahan ini menjadi salah satu hasil paling berat yang diterima Lakers musim ini, apalagi terjadi di depan pendukung sendiri.
Spurs Langsung Kuasai Permainan dari Awal
Pertandingan sudah condong ke Spurs sejak kuarter pertama. Mereka tampil sangat agresif dengan produktivitas poin tinggi dan menutup 12 menit awal dengan torehan 47 angka. Lakers tertinggal jauh dan kesulitan mengejar ritme permainan lawan.
Tekanan Spurs berlanjut di kuarter kedua. Efektivitas tembakan serta serangan cepat membuat selisih skor melebar. Hingga turun minum, Spurs sudah mengumpulkan 84 poin — angka yang menunjukkan dominasi total di babak pertama.
Pergerakan bola yang cepat, akurasi tembakan luar, serta penyelesaian di area paint membuat pertahanan Lakers terus berada di bawah tekanan. Upaya bangkit setelah jeda tidak cukup untuk memangkas jarak yang sudah terlanjur lebar.
Wembanyama Jadi Pembeda Utama
Victor Wembanyama menjadi pusat perhatian dalam laga ini. Bintang muda Spurs tersebut tampil eksplosif dengan mencetak 40 poin dan 12 rebound.
Penampilan paling mencolok terjadi di kuarter pertama, ketika ia sudah membukukan 25 poin. Kontribusi besar di awal laga itu langsung mengangkat momentum Spurs dan memukul mental pertahanan Lakers.
Dengan keunggulan postur, mobilitas, serta sentuhan tembakan yang tajam, Wembanyama tampil sulit dihentikan. Lakers tidak mampu menemukan skema efektif untuk meredam pengaruhnya di kedua sisi lapangan.
Lakers Terganggu Absennya Pemain Kunci
Di kubu tuan rumah, komposisi tim yang tidak ideal turut memengaruhi performa. Ketidakhadiran beberapa pilar utama membuat keseimbangan permainan terganggu, baik saat menyerang maupun bertahan.
Rotasi yang terbatas membuat ritme permainan tidak stabil. Distribusi bola kurang mengalir dan koordinasi pertahanan terlihat rapuh. Meski beberapa pemain cadangan mencoba menutup celah, konsistensi permainan tidak terjaga.
Sumber: