Wall Street Bangkit Lagi? Ini Prediksi Mengejutkan Arah S&P 500 dan Nasdaq di 2026

Wall Street Bangkit Lagi? Ini Prediksi Mengejutkan Arah S&P 500 dan Nasdaq di 2026

Wall Street Bangkit Lagi? Ini Prediksi Mengejutkan Arah S&P 500 dan Nasdaq di 2026--

LAMPUNG.DISWAY.ID - Memasuki 2026, pasar saham global menunjukkan pola pergerakan yang dinamis dan penuh kontras. Di satu sisi, reli saham teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) mendorong indeks utama ke level tinggi. Di sisi lain, ketidakpastian geopolitik, kebijakan suku bunga bank sentral, serta isu perdagangan internasional masih membayangi sentimen investor.

Indeks-indeks besar seperti S&P 500, Nasdaq Composite, dan Dow Jones Industrial Average tetap menjadi barometer utama arah pasar global. Sementara di Asia dan Eropa, pergerakan indeks seperti Nikkei 225, Hang Seng Index, dan FTSE 100 menunjukkan ketahanan meski volatilitas meningkat.

Investor kini menghadapi lingkungan investasi yang kompleks: pertumbuhan ekonomi global melambat namun tidak resesi, inflasi mulai terkendali namun belum sepenuhnya stabil, dan inovasi teknologi menciptakan peluang sekaligus risiko valuasi berlebihan.

BACA JUGA:Bo Lamar Meninggal Dunia di Usia 74 Tahun, Legenda Basket dan Eks LA Lakers Berpulang

Faktor Penggerak Pasar Saham Global 2026

1. Reli Sektor Teknologi dan AI

Saham teknologi masih menjadi motor utama reli pasar global. Perusahaan berbasis AI, semikonduktor, dan cloud computing mencatat pertumbuhan pendapatan signifikan sepanjang 2025 dan berlanjut di 2026.

Antusiasme terhadap pengembangan Generative AI, otomasi industri, dan transformasi digital mendorong investor meningkatkan eksposur pada saham growth. Namun, analis mulai memperingatkan potensi “overvaluation” jika ekspektasi pertumbuhan tidak terpenuhi.

2. Kebijakan Suku Bunga Bank Sentral

Kebijakan moneter tetap menjadi katalis utama pasar. Bank sentral global, termasuk The Fed dan European Central Bank, berada dalam fase penyeimbangan antara menjaga inflasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

BACA JUGA:Eks Direktur Umum PT Pertamina Luhur Budi Djatmiko Dihukum 1 Tahun 6 Bulan, Rugikan Negara Rp 348,69 Miliar 026

Jika suku bunga mulai dipangkas secara bertahap pada semester kedua 2026, pasar saham berpotensi mendapatkan dorongan tambahan, terutama sektor properti, teknologi, dan konsumer diskresioner.

Namun, jika inflasi kembali meningkat akibat gangguan rantai pasok atau konflik geopolitik, kebijakan moneter ketat bisa kembali membatasi reli pasar.

3. Risiko Geopolitik dan Perdagangan

Ketegangan geopolitik di beberapa kawasan dunia serta kebijakan tarif perdagangan menjadi variabel risiko yang signifikan. Pasar cenderung sensitif terhadap:

  • Konflik regional
  • Ketegangan AS–Tiongkok
  • Gangguan energi global
  • Fluktuasi harga komoditas

Setiap eskalasi dapat memicu aksi jual jangka pendek dan peningkatan volatilitas.

BACA JUGA:UTI Gandeng SFBU Amerika, 200 Mahasiswa Ilmu Komputer Berpeluang Raih Second Degree Global

Performa Indeks Utama Dunia

Amerika Serikat

Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite masih mendominasi arus investasi global. Sektor teknologi menyumbang porsi besar kenaikan indeks.

Sumber: