Inilah Kebiasaan Nabi Muhammad SAW Saat Ramadhan, Penuh Hikmah

Inilah Kebiasaan Nabi Muhammad SAW Saat Ramadhan, Penuh Hikmah

Inilah Kebiasaan Nabi Muhammad SAW Saat Ramadhan, Penuh Hikmah--

LAMPUNG.DISWAY.ID - Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus. Bagi Muhammad SAW, ibadah puasa adalah momentum peningkatan kualitas spiritual, kedisiplinan, serta kepedulian sosial. Banyak kebiasaan beliau saat berpuasa yang menjadi sunnah dan patut diteladani umat Islam hingga kini.

Berikut beberapa kebiasaan Rasulullah SAW saat berpuasa yang bersumber dari hadis sahih:

1. Menyegerakan Berbuka

Rasulullah SAW selalu menyegerakan berbuka ketika waktu Maghrib tiba. Dalam hadis riwayat Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj disebutkan bahwa manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.

BACA JUGA:Shalat Apa Saja yang Bisa Dijamak? Panduan Lengkap Jamak Taqdim dan Takhir Sesuai Sunnah

Biasanya, beliau berbuka dengan kurma. Jika tidak ada, beliau meminum air putih.

2. Mengakhirkan Sahur

Kebiasaan lainnya adalah mengakhirkan waktu sahur mendekati waktu Subuh. Rasulullah SAW bersabda bahwa dalam sahur terdapat keberkahan.

Sahur bukan hanya menguatkan fisik, tetapi juga bernilai ibadah dan pembeda antara puasa umat Islam dan puasa umat sebelumnya.

3. Memperbanyak Sedekah

Saat bulan Ramadhan, Rasulullah SAW dikenal sangat dermawan. Bahkan dalam riwayat disebutkan beliau lebih dermawan daripada angin yang berembus.

BACA JUGA:10 Hari Pertama Ramadan adalah Rahmat, Ini Keutamaannya Menurut Hadis

Momentum puasa dijadikan sarana memperbanyak berbagi kepada fakir miskin dan orang yang membutuhkan.

4. Tadarus Al-Qur’an

Rasulullah SAW rutin membaca dan mengulang hafalan Al-Qur’an bersama Malaikat Jibril setiap Ramadhan.

Aktivitas tadarus ini menjadi bukti bahwa bulan puasa adalah waktu terbaik untuk memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an.

5. Menjaga Lisan dan Perilaku

Beliau menegaskan bahwa puasa bukan hanya menahan makan dan minum, tetapi juga menjaga ucapan dan emosi. Jika ada yang mengajak bertengkar, beliau mengajarkan untuk mengatakan, “Sesungguhnya aku sedang berpuasa.”

Hal ini menunjukkan pentingnya pengendalian diri dalam ibadah puasa.

Sumber: