Heboh! Ratusan Sapi di Lampung Timur Diduga Terjangkit Penyakit, Peternak Mulai Resah
Heboh! Ratusan Sapi di Lampung Timur Diduga Terjangkit Penyakit, Peternak Mulai Resah--
LAMPUNG.DISWAY.ID - Lampung Timur – Kasus dugaan penyakit yang menyerang ratusan sapi di Lampung Timur kini menjadi perhatian serius berbagai pihak.
Sejumlah peternak mengaku resah setelah hewan ternak mereka menunjukkan gejala tidak normal dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan penyebaran penyakit yang lebih luas.
Gejala Muncul, Peternak Mulai Cemas
Beberapa sapi dilaporkan mengalami penurunan nafsu makan, tubuh lemas, hingga muncul luka di bagian mulut dan kaki. Jumlah ternak yang terdampak pun disebut terus bertambah.
“Awalnya hanya beberapa ekor, sekarang sudah banyak yang menunjukkan gejala serupa,” ujar salah satu peternak.
Diduga Mengarah ke Penyakit Menular
Kasus ini sementara diduga mengarah pada penyakit menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku. Namun, kepastian jenis penyakit masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari pihak berwenang.
Dinas Peternakan Turun Tangan
Menanggapi hal ini, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung menyatakan telah menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan pengecekan langsung.
BACA JUGA:Kenapa Pelabuhan Bakauheni Sering Macet? Ini Penyebab, Dampak, dan Solusi yang Jarang Dibahas
Pihak dinas juga tengah melakukan pengambilan sampel untuk memastikan penyebab penyakit yang menyerang ternak tersebut.
“Kami sudah menurunkan tim untuk melakukan investigasi dan pemeriksaan. Saat ini masih dalam tahap identifikasi penyebabnya,” ujar perwakilan dinas.
Langkah Penanganan Mulai Dilakukan
Sebagai langkah awal, dinas mengimbau peternak untuk:
- Mengisolasi ternak yang menunjukkan gejala
- Menjaga kebersihan kandang
- Membatasi keluar-masuk hewan ternak
- Segera melapor jika ada kasus baru
Selain itu, penyemprotan disinfektan dan pemantauan rutin juga mulai dilakukan untuk mencegah penyebaran lebih luas.
Potensi Kerugian Ekonomi Mengintai
Jika tidak segera ditangani, wabah ini berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi peternak, terutama menjelang meningkatnya permintaan daging.
Sumber: