Lampung Selatan Siap Bangun PSEL 1.000 Ton/Hari, Sampah Diolah Jadi Energi Listrik

Lampung Selatan Siap Bangun PSEL 1.000 Ton/Hari, Sampah Diolah Jadi Energi Listrik

Lampung Selatan Siap Bangun PSEL 1.000 Ton/Hari, Sampah Diolah Jadi Energi Listrik--

LAMPUNG.DISWAY.ID - Pemerintah Provinsi Lampung terus mematangkan rencana pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang akan dipusatkan di Lampung Selatan. 

Proyek ini digadang-gadang menjadi solusi strategis dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus menghasilkan energi alternatif.

Dalam rencana tersebut, kawasan Kotabaru, Kecamatan Jati Agung, ditetapkan sebagai lokasi utama pembangunan PSEL regional. 

Pemerintah daerah setempat bahkan telah menyiapkan lahan seluas sekitar 20 hektare untuk mendukung realisasi proyek tersebut.

BACA JUGA:Sampah Jadi Listrik? Ini Cara Kerja Mesin Pengolah Sampah yang Bisa Menghasilkan Energi!

PSEL yang akan dibangun dirancang memiliki kapasitas pengolahan hingga 1.000 ton sampah per hari. Dengan kapasitas tersebut, fasilitas ini diproyeksikan menjadi pusat pengolahan sampah terbesar di Provinsi Lampung.

Solusi Sampah Sekaligus Sumber Energi

Proyek ini tidak hanya bertujuan mengurangi volume sampah, tetapi juga mengubahnya menjadi energi listrik yang dapat dimanfaatkan masyarakat. 

Pemerintah menilai langkah ini sebagai solusi jangka panjang dalam menghadapi persoalan sampah yang semakin kompleks.

BACA JUGA:Hari Pertama WFH ASN Dipantau Ketat, Ini Fakta di Lapangan yang Tak Banyak Diketahui

Selain itu, proyek PSEL juga menjadi bagian dari upaya mendorong sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, terintegrasi, dan bernilai ekonomi.

Lampung Selatan Jadi Daerah Kunci

Peran Lampung Selatan dalam proyek ini dinilai sangat strategis. Selain ketersediaan lahan, wilayah ini juga memiliki akses yang mendukung pengembangan kawasan terpadu di Kotabaru.

Pemerintah daerah setempat menyatakan kesiapan untuk menjadi pusat pengolahan sampah regional, sekaligus mendukung program nasional dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

BACA JUGA:Tak Lagi Cari Murah! Konsumen Kini Beralih ke Produk Premium, Ini Alasan Mengejutkannya

Tantangan: Teknologi dan Perubahan Perilaku

Meski menjanjikan banyak manfaat, proyek ini tidak lepas dari sejumlah tantangan. Salah satu tantangan utama adalah penerapan teknologi pengolahan sampah yang membutuhkan kesiapan infrastruktur serta sumber daya manusia.

Sumber: