Mahasiswi Unila Tembus Forum Internasional! Riset Logam Berat Ini Bisa Jadi Dasar Pengawasan Kualitas Air

Mahasiswi Unila Tembus Forum Internasional! Riset Logam Berat Ini Bisa Jadi Dasar Pengawasan Kualitas Air

Mahasiswi Unila Tembus Forum Internasional! Riset Logam Berat Ini Bisa Jadi Dasar Pengawasan Kualitas Air--

LAMPUNG.DISWAY.ID - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa dari Universitas Lampung (Unila). Kali ini, mahasiswi Program Studi S1 Biologi, Calesta Adinda, berhasil membawa hasil penelitiannya ke forum internasional bergengsi.

Ia tampil dalam ajang 2nd International Colloquium in Medical Biotechnology and Health Sciences (ICMBHS), dengan mempresentasikan riset terkait pencemaran logam berat pada sumber air.

Analisis Logam Berat dengan Metode Ilmiah Berstandar Tinggi

Dalam penelitiannya, Calesta Adinda mengkaji kandungan logam berat berupa Kadmium (Cd) dan Timbal (Pb) dalam sampel air. 

BACA JUGA:Kadin Lampung Selatan Siap Tancap Gas! Dorong Transformasi Ekonomi hingga 2030

Penelitian ini dilakukan di Balai Laboratorium Kesehatan Lampung menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS).

Metode ini dipilih karena memiliki tingkat sensitivitas tinggi serta akurasi yang telah diakui secara ilmiah. 

Dengan pendekatan tersebut, hasil analisis dinilai lebih presisi dan dapat dijadikan rujukan dalam kajian lingkungan.

“Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar logam berat pada sumber air sekaligus menyediakan data ilmiah yang dapat dimanfaatkan untuk pengawasan kualitas lingkungan,” ujar Calesta.

BACA JUGA:Kadin Lampung Gelar FGD: Perkuat Sinergi dan Strategi Cegah Wanprestasi Kontrak Jasa Konsultansi

Ancaman Logam Berat bagi Kesehatan

Isu pencemaran logam berat menjadi perhatian serius, terutama karena sifatnya yang berbahaya meskipun dalam konsentrasi rendah. 

Kadmium (Cd) dan Timbal (Pb) diketahui dapat terakumulasi dalam tubuh manusia dan memicu gangguan kesehatan dalam jangka panjang.

Calesta menjelaskan bahwa paparan logam berat secara terus-menerus berpotensi merusak organ vital dan menimbulkan efek kronis.

“Kadmium dan timbal sangat berbahaya karena dapat menumpuk dalam tubuh dan menyebabkan kerusakan organ dalam jangka panjang, meskipun kadarnya kecil,” ungkapnya.

BACA JUGA:Cuaca Ekstrem Ancam Bandar Lampung, Warga Diminta Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

Kontribusi Ilmiah untuk Pengawasan Lingkungan

Sumber: