Menyentuh Hati, Adik-Adik Almarhum Mandala Terima Bantuan Sepatu dari AZA DBL

Menyentuh Hati, Adik-Adik Almarhum Mandala Terima Bantuan Sepatu dari AZA DBL

AZA DBL dan Disway Grup memberikan sepatu serta tas sekolah untuk keluarga almarhum Mandala di Samarinda. Bantuan disambut haru ibunda.--

LAMPUNG.DISWAY.ID - SAMARINDA - Keluarga almarhum Mandala Rizky Syahputra menerima bantuan berupa sepatu dan tas sekolah dari brand apparel AZA milik DBL Indonesia. Bantuan tersebut diberikan kepada adik-adik Mandala sebagai bentuk kepedulian setelah kisah meninggalnya siswa SMKN 4 Samarinda itu menyita perhatian publik.

Pemberian bantuan diterima langsung oleh ibunda Mandala, Ratnasari. Di tengah suasana duka yang masih terasa kuat, bantuan itu disambut penuh rasa syukur. Ratnasari mengaku sangat berterima kasih atas perhatian yang diberikan kepada keluarganya.

Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti untuk kebutuhan sekolah anak-anaknya yang lain. “Saya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan sepatu dan tas sekolah ini. Alhamdulillah sangat membantu untuk anak-anak saya,” ujar Ratnasari.

Ia mengatakan bantuan itu nantinya akan digunakan sebaik mungkin. Sepatu dan tas tersebut akan dipakai oleh anak-anaknya untuk sekolah, sehingga bisa meringankan pengeluaran keluarga sehari-hari. “Nanti dipakai anak-anak saya sekolah. Ini sangat berguna sekali buat mereka,” tuturnya.

BACA JUGA:Kemendikdasmen Kolaborasikan Sejumlah Program dengan DBL Indonesia, Salah Satunya Super Teacher

Senior Manajer brand AZA, Arif Rahman Hakim mengatakan, begitu mendengar kisah pilu almarhum Mandala, ingatan tim AZA langsung tertuju pada sejarah berdirinya brand ini.

Founder DBL Indonesia Azrul Ananda memang di sejumlah kesempatan kerap bicara tentang sejarah berdirinya brand AZA. Brand itu lahir untuk menghancurkan barrier anak-anak Indonesia dalam bermain basket.

Ceritanya, di awal kompetisi DBL digelar di berbagai daerah di tanah air, tim DBL Indonesia menemukan fakta bahwa penghalang anak bermain basket adalah sepatu.

Sepatu basket merupakan apparel yang termasuk boros pemakaiannya. Nah, saat itu, di awal kompetisi DBL berjalan ditemukan begitu banyak anak Indonesia di sejumlah daerah bermain basket dengan sepatu seadanya. Tidak proper. Sebab saat itu tidak banyak brand sepatu lokal yang punya sepatu basket dengan harga terjangkau tapi kualitasnya bisa menunjang performa pemain.

BACA JUGA:Resmi! DBL All-Star 2026 Diumumkan, 24 Pebasket Pelajar Terbaik Siap Tampil ke Luar Negeri

Dari sana hadirlah sepatu AZA. “Saat itu kami banyak menemukan kasus anak-anak sepatunya kekecilan. Atau kalau tidak sepatunya sengaja dibesarkan agar lebih awet. Kasusnya sama seperti yang terjadi pada almarhum Mandala ini,” kata Hakim, sapaan akrab Arif Rahman Hakim.

Penyerahan sepatu dan tas dari brand AZA itu dilakukan oleh Disway Kaltim sebagai media partner kompetisi Honda DBL with Kopi Good Day - East Kalimantan (DBL Samarinda).

Mendiang Mandala Rizky Syahputra diketahui merupakan siswa kelas XI Pemasaran 2 SMKN 4 Samarinda. Remaja 16 tahun itu meninggal dunia setelah diduga mengalami infeksi serius pada kaki yang diduga dipicu penggunaan sepatu yang tidak sesuai ukuran. Ratnasari mengatakan, bantuan seperti ini menjadi suntikan semangat di tengah kondisi ekonomi keluarga yang sederhana.

Selain membantu kebutuhan sekolah, perhatian dari banyak pihak juga membuat dirinya merasa tidak sendiri menghadapi masa sulit. “Saya bersyukur masih banyak orang yang peduli sama keluarga kami,” ujarnya.

Sumber: