Waspada Hantavirus! Ini Cara Penularan, Gejala, dan Situasi Terbaru di Indonesia
Hantavirus adalah virus yang ditularkan tikus dan dapat menyebabkan gangguan serius. Simak gejala, penyebaran, dan kondisi terkini di Indonesia.--
LAMPUNG.DISWAY.ID - Belakangan ini, nama hantavirus kembali menjadi perhatian dunia setelah muncul laporan kasus di sejumlah negara.
Virus yang berasal dari hewan pengerat seperti tikus ini dikenal dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius, bahkan berisiko fatal jika tidak ditangani dengan cepat.
Di Indonesia sendiri, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga mencatat adanya kasus hantavirus dalam beberapa tahun terakhir.
Meski belum menjadi wabah besar, masyarakat diminta tetap waspada terhadap penyebaran virus tersebut.
BACA JUGA:Inovasi MBG di Sumedang Bikin Kagum, Orang Tua Kini Bisa Cek Menu dan Gizi Anak via WhatsApp
Apa Itu Hantavirus?
Hantavirus adalah kelompok virus yang umumnya ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus dan celurut.
Virus ini dapat menyebabkan beberapa jenis penyakit serius pada manusia, seperti Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS).
Penyakit akibat hantavirus dapat menyerang ginjal maupun paru-paru. Dalam kasus berat, penderita bisa mengalami gagal napas hingga kematian.
Menurut Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kemenkes, hantavirus sebenarnya bukan ancaman baru di Indonesia karena jejak virus ini sudah pernah ditemukan sebelumnya.
BACA JUGA:Sejarah 11 Mei: Dari Peristiwa Penting Dunia hingga Kelahiran Tokoh Terkenal
Bagaimana Penyebaran Hantavirus?
Hantavirus umumnya menyebar melalui kontak dengan tikus yang terinfeksi. Penularan bisa terjadi saat manusia menghirup partikel udara yang terkontaminasi urine, air liur, atau kotoran tikus.
Selain itu, penularan juga dapat terjadi melalui:
- Gigitan tikus yang terinfeksi
- Kontak langsung dengan kotoran atau sarang tikus
- Menyentuh permukaan yang terkontaminasi lalu menyentuh hidung atau mulut
Kementerian Kesehatan menyebut sebagian besar kasus di Indonesia berkaitan dengan paparan tikus dan lingkungan yang kurang higienis.
BACA JUGA:Enerjik di Usia Senior, Dahlan Iskan Dipuji Dirut BPJS Kesehatan saat Senam Bersama
Sumber: