Emas Antam Menguat pada 8 Juni 2026, Saat yang Tepat untuk Beli atau Jual?

Emas Antam Menguat pada 8 Juni 2026, Saat yang Tepat untuk Beli atau Jual?

Harga emas Antam hari ini naik menjadi Rp2,743 juta per gram. Simak daftar harga terbaru, faktor pendorong, dan prospek investasinya.--

LAMPUNG.DISWAY.ID - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mencatat kenaikan pada perdagangan Senin (8/6/2026). Kenaikan ini memperpanjang tren positif logam mulia yang masih menjadi salah satu instrumen investasi favorit masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Berdasarkan data terbaru, harga emas Antam naik Rp5.000 menjadi Rp2.743.000 per gram dibandingkan perdagangan sebelumnya. 

Sementara itu, harga pembelian kembali atau buyback juga mengalami kenaikan sebesar Rp9.000 menjadi Rp2.540.000 per gram.

Kenaikan harga emas tersebut sejalan dengan penguatan harga emas dunia yang masih mendapatkan dukungan dari tingginya permintaan aset safe haven. 

BACA JUGA:Jaga Daya Beli Warga, Pemprov Lampung Luncurkan Gerakan Penetrasi Pasar di Seluruh Wilayah

Pada perdagangan internasional, harga emas spot tercatat menguat dan bertahan di level yang relatif tinggi.

Daftar Harga Emas Antam Hari Ini

Berikut daftar harga emas Antam terbaru per 8 Juni 2026:

  • 0,5 gram: sekitar Rp1,37 juta
  • 1 gram: Rp2,743 juta
  • 5 gram: sekitar Rp13,7 juta
  • 10 gram: sekitar Rp27,4 juta
  • 25 gram: sekitar Rp68,5 juta
  • 50 gram: sekitar Rp137 juta
  • 100 gram: sekitar Rp274 juta

Harga dapat berbeda di setiap gerai resmi maupun platform penjualan yang bekerja sama dengan Antam. Selain itu, harga juga dapat berubah mengikuti pergerakan pasar.

BACA JUGA:Pengguna TECNO Kini Dapat Menikmati Google AI Plus Selama 3 Bulan

Mengapa Harga Emas Naik?

Analis menilai terdapat beberapa faktor yang mendorong kenaikan harga emas sepanjang tahun 2026.

1. Ketidakpastian Ekonomi Global

Ketegangan geopolitik di sejumlah kawasan dunia masih menjadi faktor utama yang membuat investor mencari aset aman. Dalam kondisi pasar yang bergejolak, emas cenderung menjadi pilihan untuk melindungi nilai kekayaan.

2. Fluktuasi Nilai Tukar

Pergerakan dolar Amerika Serikat dan nilai tukar rupiah juga memengaruhi harga emas domestik. Ketika rupiah melemah terhadap dolar AS, harga emas dalam negeri cenderung mengalami kenaikan.

BACA JUGA:Groundbreaking Disway Center Dimulai, Dahlan Iskan Siapkan Kantor Baru untuk Disway, DBL dan Persebaya

3. Permintaan Investasi yang Tinggi

Meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi emas turut mendorong harga tetap berada pada level tinggi. Banyak investor menganggap emas sebagai instrumen yang relatif aman untuk jangka panjang.

Masih Menarik untuk Investasi?

Sumber: