Kepala BGN Baru Rombak Total MBG, Wilayah 3T Kini Jadi Prioritas Utama
Program MBG memasuki babak baru di bawah Nanik Deyang. Simak tujuh perubahan besar mulai dari dapur MBG, pendanaan hingga prioritas wilayah 3T.--
LAMPUNG.DISWAY.ID - JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki fase baru setelah adanya pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN). Di bawah komando Kepala BGN yang baru, Nanik S. Deyang, sejumlah kebijakan strategis mulai diterapkan guna meningkatkan efektivitas program sekaligus memastikan manfaatnya dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.
Dalam konferensi pers perdana yang digelar di Jakarta, Nanik menegaskan bahwa arah baru Program Makan Bergizi Gratis akan berfokus pada peningkatan kualitas layanan, efisiensi penggunaan anggaran, serta pemerataan akses bagi kelompok masyarakat yang selama ini belum tersentuh secara optimal.
Moratorium Pembangunan Dapur MBG Baru
Salah satu kebijakan utama yang diumumkan adalah penghentian sementara pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG baru.
BACA JUGA:Jaga Daya Beli Warga, Pemprov Lampung Luncurkan Gerakan Penetrasi Pasar di Seluruh Wilayah
Keputusan tersebut diambil setelah dilakukan evaluasi terhadap jaringan layanan yang saat ini telah mencapai lebih dari 27 ribu dapur di berbagai wilayah Indonesia.
Menurut BGN, langkah tersebut diperlukan agar pemerintah dapat lebih fokus melakukan pembenahan dan optimalisasi fasilitas yang sudah tersedia sebelum melakukan ekspansi lebih lanjut.
Selain itu, evaluasi menunjukkan bahwa persebaran dapur MBG masih belum merata. Sebagian besar fasilitas masih terkonsentrasi di kawasan perkotaan, sementara sejumlah daerah terpencil masih menghadapi keterbatasan layanan.
Wilayah 3T Menjadi Prioritas
Perubahan berikutnya adalah penegasan fokus program pada daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
BACA JUGA:Emas Antam Menguat pada 8 Juni 2026, Saat yang Tepat untuk Beli atau Jual?
Hasil evaluasi BGN menunjukkan bahwa manfaat Program Makan Bergizi Gratis belum sepenuhnya menjangkau wilayah-wilayah tersebut.
Karena itu, pemerintah akan mengarahkan perluasan layanan ke daerah yang membutuhkan intervensi gizi lebih besar.
Kebijakan ini sekaligus menandai perubahan pendekatan program yang sebelumnya lebih menitikberatkan pada peningkatan jumlah penerima manfaat secara nasional.
Ke depan, pemerataan akses dan ketepatan sasaran akan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan MBG.
Pendanaan Lebih Beragam
Sumber: