1 Muharram 1448 H: Mengapa Tahun Baru Islam Sangat Penting? Ini Dalil dan Maknanya
1 Muharram menandai Tahun Baru Islam. Simak makna, sejarah, dalil Al-Qur'an dan hadis, serta amalan yang dianjurkan bagi umat Islam.--
LAMPUNG.DISWAY.ID - Setiap kali memasuki tanggal 1 Muharram, umat Islam di seluruh dunia memperingati Tahun Baru Hijriah. Momen ini bukan sekadar pergantian angka dalam kalender Islam, melainkan waktu yang sarat makna spiritual, sejarah, dan refleksi diri.
Tahun Baru Hijriah berakar dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi.
Peristiwa besar tersebut menjadi titik awal penanggalan Islam yang kemudian dikenal sebagai kalender Hijriah.
Bagi umat Islam, 1 Muharram merupakan momentum untuk mengevaluasi perjalanan hidup, memperbaiki diri, dan memperkuat keimanan kepada Allah SWT.
BACA JUGA:Makna Puasa Arafah: Keutamaan, Dalil Al-Qur’an dan Hadis yang Jarang Diketahui
Muharram, Salah Satu Bulan Mulia dalam Islam
Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan Allah SWT. Keempat bulan tersebut adalah Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram." (QS. At-Taubah: 36).
Para ulama menjelaskan bahwa bulan haram merupakan bulan yang memiliki kemuliaan khusus sehingga umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh dan menjauhi segala bentuk perbuatan maksiat.
Muharram bahkan disebut sebagai "Syahrullah" atau bulan Allah. Sebutan ini menunjukkan betapa istimewanya bulan tersebut dalam ajaran Islam.
Sejarah Penetapan Tahun Baru Hijriah
Kalender Hijriah mulai digunakan secara resmi pada masa pemerintahan Umar bin Khattab. Saat itu, para sahabat bermusyawarah untuk menentukan sistem penanggalan yang dapat digunakan oleh umat Islam.
Setelah melalui berbagai pertimbangan, diputuskan bahwa peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah dijadikan titik awal kalender Islam.
Meski hijrah terjadi pada bulan Rabiul Awal, Muharram dipilih sebagai bulan pertama karena bertepatan dengan momentum dimulainya tekad dan persiapan hijrah setelah musim haji.
Sumber: