Benarkah Makan Daging Kambing Bikin Kolesterol Naik? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Ketahui fakta nutrisi daging kambing, apakah benar picu kolesterol dan darah tinggi, serta cara mengolah dan mengonsumsinya agar tetap sehat dan aman bagi tubuh--
LAMPUNG.DISWAY.ID - Daging kambing adalah salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia, terutama saat momen Idul Adha atau acara keluarga. Namun, di balik kenikmatannya, tersimpan kekhawatiran yang sudah turun-temurun: apakah daging kambing benar-benar menyebabkan kolesterol melonjak dan darah tinggi?
Sebenarnya, anggapan ini tidak sepenuhnya salah, tapi juga tidak sepenuhnya benar. Mari kita bedah fakta ilmiahnya.
Kandungan Nutrisi Daging Kambing
Sebelum membahas risikonya, ketahui dulu apa saja yang terkandung dalam 100 gram daging kambing tanpa lemak:
- Protein: ± 27 gram
- Lemak: ± 5–7 gram (lebih rendah dari sapi)
- Kolesterol: ± 57–75 mg (lebih rendah dibanding sapi, domba, dan paha ayam)
- Zat besi: Tinggi, mencegah anemia
- Kalium: Membantu menyeimbangkan tekanan darah
- Vitamin B12, Selenium, Zink: Mendukung sistem imun dan fungsi saraf
BACA JUGA:7 Manfaat Buah Sempur yang Jarang Diketahui, Kaya Antioksidan dan Berpotensi Menjaga Kesehatan Tubuh
Benarkah Daging Kambing Sebabkan Kolesterol Tinggi?
Jawabannya: Tidak secara langsung.
Secara ilmiah, daging kambing justru mengandung kolesterol dan lemak jenuh lebih rendah dibandingkan daging merah lain seperti sapi atau domba.
Masalah muncul bukan dari dagingnya sendiri, melainkan cara pengolahan dan jumlah porsinya.Jika dimasak dengan santan kental, digoreng dalam minyak banyak, atau dipadukan dengan jeroan, lemak jenuhnya meningkat drastis. Inilah yang akhirnya bisa menaikkan kolesterol jahat (LDL) jika dikonsumsi berlebihan.
Benarkah Picu Darah Tinggi?
Jawabannya: Mitos jika dimakan wajar.
Kandungan kalium dalam daging kambing justru membantu melebarkan pembuluh darah. Namun, risiko darah tinggi muncul saat kita menambahkan garam berlebih, penyedap rasa, atau memasak dengan bumbu instan tinggi natrium. Natriumlah yang memicu tekanan darah naik, bukan daging kambingnya.
BACA JUGA:Tak Sekadar Bawang Biasa, Ini 10 Manfaat Black Garlic yang Didukung Kandungan Alami
Cara Mengonsumsi Daging Kambing Agar Tetap Sehat
Agar tetap aman dan mendapatkan manfaat gizinya, ikuti panduan berikut:
1. Pilih Bagian yang Tepat
Pilih bagian has dalam, paha belakang, atau pinggang yang lebih sedikit lemak. Sebelum dimasak, buang semua lapisan lemak putih yang terlihat dengan jelas.
2. Teknik Memasak Rendah Lemak
- Lebih baik direbus, dibakar, dipanggang, atau dibuat sup bening
- Hindari menggoreng berulang kali atau memasak dengan santan kental terus-menerus
- Buang air rebusan pertama untuk mengurangi sisa lemak dan bau prengus
BACA JUGA:Rahasia Khasiat Bawang Bombay: Kandungan Aktif, Manfaat, dan Cara Konsumsinya
3. Batasi Penggunaan Garam & Bumbu
Ganti sebagian garam dengan jahe, kunyit, ketumbar, bawang putih, serai, atau jeruk nipis. Rempah ini juga mengandung antioksidan yang membantu menetralkan dampak lemak.
4. Atur Porsi dan Frekuensi
- Porsi aman: 50–75 gram per kali makan
- Frekuensi: Maksimal 2–3 kali seminggu
- Padukan dengan sayuran hijau, wortel, atau tomat untuk menambah serat yang membantu mengikat lemak di usus
5. Tambahkan Minuman Pendukung
Sumber: