Top speed: sekitar 240 km/jam.
Kelebihan
- Performa tinggi.
- Suspensi premium.
- Cocok untuk sirkuit.
Kekurangan
- Bobot cukup berat.
- Harga tinggi, berkisar antara Rp961,6 juta hingga Rp1,1 miliar lebih, tergantung pada tahun peluncuran dan kebijakan Utomocorp selaku pemegang merek.
BACA JUGA:Review Motor Listrik Rakata 2026: Daftar Varian, Harga, Kelebihan dan Kekurangannya, Layak Dibeli?
4. Zero SR/S
Motor sport touring listrik asal Amerika Serikat.
Top speed: sekitar 200 km/jam.
Kelebihan
- Nyaman untuk touring.
- Teknologi lengkap.
- Perawatan relatif mudah.
Kekurangan
- Harga masih mahal (sekitar Rp 331 jutaan off the road sebelum pajak impor dan pengiriman)
- Waktu pengisian daya lebih lama dibanding mengisi BBM.
BACA JUGA:Sebelum Beli Motor Listrik Volta, Simak Dulu Review Lengkap Plus Minusnya
5. Verge TS Pro
Motor listrik asal Finlandia dengan motor terintegrasi di roda belakang.
Top speed: sekitar 200 km/jam.
Kelebihan
- Desain futuristis.
- Torsi sangat besar.
- Inovasi teknologi tinggi.
Kekurangan
- Harga premium, sekitar Rp 500 - Rp 593 jutaan (belum termasuk pajak impor, bea masuk, pengiriman, dan pengurusan surat-surat kendaraan).
- Ketersediaan terbatas.
BACA JUGA:Review Uwinfly 2026: Motor Listrik Murah dengan Banyak Pilihan, Apakah Layak Dibeli?
Bagaimana dengan Motor Listrik di Indonesia?
Di pasar Indonesia, sebagian besar motor listrik dirancang untuk mobilitas perkotaan. Kecepatan puncaknya umumnya berada pada kisaran 70–110 km/jam, tergantung model dan spesifikasi.
Beberapa merek yang menawarkan performa relatif tinggi di kelasnya antara lain:
- Alva
- Polytron
- Yadea
- United E-Motor
- NIU
- Segway