Tahukah Kamu? Tanggal 27 Agustus Simpan Sejarah Luar Biasa!

Kamis 27-08-2026,09:40 WIB
Reporter : Reza
Editor : Reza

Seluruh pasukan gugur bersama komandan tercinta, namun semangatnya menjadi simbol keberanian dan pengorbanan bangsa Indonesia.

2. Slamet Rijadi (1927-1950) - Pahlawan Nasional

Lahir 27 Agustus 1927, gugur dalam tugas membebaskan Irian Barat. Dikenal sebagai komandan militer yang cerdas, berani, dan sangat menjaga keselamatan rakyat. Namanya kini diabadikan sebagai nama jalan, pangkalan militer, dan nama kapal perang RI.

BACA JUGA:Hari Kemanusiaan Sedunia 19 Agustus: Menghormati Pahlawan Tanpa Seragam

3. KH. Idham Chalid (1921-2011) - Pahlawan Nasional & Ketua DPR

Lahir 27 Agustus 1921 di Kalimantan Selatan. Politikus ulung dan tokoh Nahdlatul Ulama yang dijuluki "Ketua DPR Termiskin" karena kesederhanaannya. 

Pernah menjabat Ketua DPR, Ketua MPR, Wakil Perdana Menteri, serta Ketua PBNU selama 28 tahun. Namanya kini tertera pada uang kertas Rp5.000,-. Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional tahun 2011.

4. Baharuddin Lopa (1935-2009) - Mantan Jaksa Agung & Menteri Hukum

Lahir 27 Agustus 1935. Menjabat Jaksa Agung RI dan Menteri Hukum dan Perundang-undangan. Dikenal sebagai penegak hukum yang berintegritas, tegas, dan berani memberantas korupsi di jajaran pemerintahan.

Tokoh Indonesia Lainnya

  • Budiman Elkana (1930-2007) - Ekonom dan tokoh pemikir Indonesia
  • Subur Budhisantoso (1937) - Antropolog dan politikus
  • Selly Hasan (1984) - Pembawa acara dan publik figur

BACA JUGA:Sidang PPKI 18 Agustus 1945: Detik-Detik Disahkannya UUD 1945 & Pemilihan Presiden

Tanggal 27 Agustus bukan sekadar hari biasa dalam kalender. Ia adalah saksi bisu letusan terbesar dalam sejarah bumi, perjuangan pahlawan mengusir penjajah, kelahiran pemikir yang mengubah cara dunia berpikir, serta tokoh-tokoh yang mencurahkan hidupnya demi kemanusiaan dan kemajuan bangsa.

Dari Krakatau hingga Bunda Teresa, dari Sultan Agung hingga I Gusti Ngurah Rai — semua jejak besar itu bertemu pada satu hari yang sama: 27 Agustus. 

Sejarah mengajarkan kita: hari ini bukan milik masa lalu saja, melainkan pelajaran bagi masa depan.

Kategori :

Terpopuler