LAMPUNG.DISWAY.ID - Kemacetan distribusi logistik kembali menjadi sorotan di Lampung. Sejumlah truk pengangkut bahan pokok dilaporkan tertahan lebih dari 24 jam di kawasan Pelabuhan Bakauheni, memicu kerugian besar bagi para sopir dan pedagang.
Akibat antrean panjang yang tak kunjung terurai, muatan berupa sayuran dan buah-buahan segar mengalami kerusakan. Banyak komoditas yang seharusnya segera didistribusikan ke berbagai daerah justru membusuk di dalam truk.
Peristiwa ini terjadi di sekitar Pelabuhan Bakauheni, salah satu jalur utama distribusi logistik antara Pulau Sumatra dan Jawa.
BACA JUGA:Perjalanan Inspiratif Prof. Muhammad Said Hasibuan: Resmi Jadi Guru Besar AI di IIB Darmajaya
Para sopir mengaku terjebak dalam antrean panjang tanpa kepastian waktu keberangkatan. Kondisi ini diperparah dengan cuaca panas dan keterbatasan fasilitas penyimpanan, sehingga mempercepat pembusukan bahan pangan.
“Sudah lebih dari sehari kami menunggu. Sayur sudah mulai layu, bahkan ada yang busuk,” ungkap salah satu sopir truk.
Tak hanya merugikan secara finansial, kondisi ini juga berpotensi mengganggu stabilitas pasokan pangan di sejumlah daerah tujuan. Jika keterlambatan terus terjadi, bukan tidak mungkin harga kebutuhan pokok akan ikut terdampak.
Pengamat logistik menilai bahwa peristiwa ini mencerminkan masih adanya persoalan dalam manajemen arus kendaraan, terutama pada momen padat pasca Lebaran. Volume kendaraan yang tinggi tidak diimbangi dengan sistem pengaturan yang optimal.
Selain itu, minimnya jalur khusus untuk kendaraan logistik juga disebut menjadi salah satu penyebab utama terhambatnya distribusi barang.
Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah cepat untuk mengurai antrean dan memastikan distribusi bahan pokok kembali lancar. Penanganan yang lambat berisiko memperparah kerugian, baik bagi pelaku usaha maupun masyarakat sebagai konsumen akhir.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya sistem logistik yang tangguh dan responsif, terutama dalam menjaga ketersediaan pangan di tengah mobilitas tinggi masyarakat.
Netizen Ikut Geram
Video dan foto antrean truk ini mulai beredar di media sosial. Banyak netizen yang ikut geram melihat kondisi tersebut.
BACA JUGA:DPRD Soroti Dampak Lingkungan Dapur MBG di Bandar Lampung, Produksi Ribuan Porsi Picu Ancaman Limbah
“Kasihan petani sama sopirnya…”