LAMPUNG.DISWAY.ID - Fenomena “Godzilla El Niño” kembali menjadi sorotan global karena dampaknya yang luar biasa terhadap cuaca ekstrem di berbagai belahan dunia.
Istilah ini digunakan untuk menggambarkan kondisi El Niño dengan intensitas sangat kuat, yang mampu mengganggu keseimbangan iklim global secara signifikan.
Dalam beberapa tahun terakhir, para ilmuwan mencatat bahwa intensitas El Niño semakin ekstrem akibat pengaruh perubahan iklim.
Hal ini membuat dampaknya semakin luas dan sulit diprediksi, termasuk bagi Indonesia.
BACA JUGA:Fenomena “Godzilla El Niño”: Dampaknya Bisa Ekstrem, Ini Penjelasan dan Ancamannya untuk Indonesia
Apa Itu “Godzilla El Niño”?
“Godzilla El Niño” bukan istilah ilmiah resmi, melainkan julukan populer untuk menggambarkan El Niño dengan kekuatan luar biasa, seperti yang pernah terjadi pada 1997–1998 dan 2015–2016.
Fenomena ini terjadi ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur meningkat drastis, sehingga mengganggu pola angin dan curah hujan global.
Akibatnya, sejumlah wilayah mengalami kekeringan ekstrem, sementara wilayah lain justru menghadapi hujan berlebih dan banjir.
Dampak Godzilla El Niño di Indonesia
Sebagai negara kepulauan yang berada di kawasan tropis, Indonesia termasuk wilayah yang paling terdampak oleh El Niño.
1. Kekeringan Panjang dan Krisis Air
El Niño menyebabkan penurunan curah hujan secara drastis di Indonesia. Dampaknya, banyak daerah mengalami kekeringan panjang, terutama di wilayah Jawa, Nusa Tenggara, dan sebagian Sumatra.
Cadangan air menipis, sumur mengering, dan pasokan air bersih menjadi terbatas.
BACA JUGA:27 April: Deretan Peristiwa Bersejarah Dunia dan Indonesia yang Jarang Diketahui
2. Ancaman Gagal Panen
Sektor pertanian menjadi salah satu yang paling terpukul. Tanaman seperti padi, jagung, dan kedelai sangat bergantung pada air.
Kekeringan berkepanjangan berpotensi menyebabkan:
- Penurunan produksi pangan
- Gagal panen massal
- Kenaikan harga bahan pokok