Nama “Mangkhut” berarti buah manggis dalam bahasa Thailand. Nama yang terdengar “manis” ini justru melekat pada salah satu topan paling kuat yang pernah melanda Asia, termasuk Filipina dan China.
BACA JUGA:27 April: Deretan Peristiwa Bersejarah Dunia dan Indonesia yang Jarang Diketahui
7. Godzilla El Nino
Istilah El Niño berasal dari bahasa Spanyol yang berarti “anak laki-laki” atau sering dikaitkan dengan “Bayi Yesus”. Nama ini pertama kali digunakan oleh para nelayan di pesisir Peru dan Ekuador pada abad ke-17.
Para nelayan tersebut mengamati adanya perubahan suhu laut yang menjadi lebih hangat dari biasanya setiap menjelang akhir tahun, terutama sekitar bulan Desember. Karena fenomena ini bertepatan dengan perayaan Natal, mereka menamainya El Niño.
“Godzilla El Niño” bukan istilah ilmiah resmi, melainkan julukan populer untuk menggambarkan El Niño dengan kekuatan luar biasa, seperti yang pernah terjadi pada 1997–1998 dan 2015–2016.
Mengapa Nama Badai Bisa Terdengar Aneh?
Penamaan badai tidak dilakukan secara sembarangan. Setiap wilayah memiliki daftar nama yang telah disepakati oleh negara-negara anggota WMO. Nama-nama tersebut biasanya:
- Diambil dari nama orang
- Menggunakan istilah lokal atau budaya
- Mengacu pada benda, hewan, atau fenomena alam
BACA JUGA:Ada Apa di Tanggal 30 April? Ini Deretan Peristiwa Penting dan Momen Bersejarah Dunia
Karena berasal dari berbagai bahasa dan budaya, tidak heran jika beberapa nama terdengar aneh di telinga masyarakat global.
Fungsi Penamaan Badai
Penamaan badai memiliki tujuan penting, antara lain:
- Memudahkan komunikasi antarnegara
- Menghindari kebingungan dalam penyampaian informasi
- Membantu masyarakat lebih waspada terhadap ancaman
Tanpa nama, badai akan sulit diidentifikasi, terutama jika terjadi lebih dari satu dalam waktu bersamaan.
BACA JUGA:10 Fakta Mengejutkan Tentang Kecoa yang Bikin Merinding, Nomor 5 Sulit Dipercaya!
Nama badai memang bisa terdengar unik, aneh, bahkan lucu. Namun di balik itu, setiap badai tetap membawa potensi bahaya yang serius.
Dari “Taco” hingga “Mangkhut”, nama hanyalah identitas—yang terpenting adalah dampak dan kewaspadaan yang harus dimiliki masyarakat.
Fenomena ini juga menunjukkan betapa beragamnya budaya dunia yang tercermin bahkan dalam sistem penamaan badai.
Jadi, meskipun terdengar ringan, jangan pernah meremehkan badai hanya karena namanya terdengar lucu.