Rupiah Tertekan, Harga Kebutuhan Pokok Terancam Naik? Ini Kata Pengamat

Kamis 04-06-2026,15:00 WIB
Reporter : Reza
Editor : Reza

LAMPUNG.DISWAY.ID - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menjadi sorotan setelah menyentuh level Rp18.040 per dolar AS. 

Pergerakan kurs tersebut memicu perhatian masyarakat karena berpotensi berdampak pada harga barang, biaya produksi, hingga daya beli konsumen dalam beberapa waktu ke depan.

Di berbagai daerah, kekhawatiran mulai muncul terkait kemungkinan kenaikan harga kebutuhan pokok dan barang konsumsi lainnya. 

Meskipun dampaknya belum sepenuhnya terlihat di pasar tradisional maupun pusat perbelanjaan, pengalaman pada periode pelemahan rupiah sebelumnya membuat masyarakat lebih waspada terhadap potensi lonjakan harga.

BACA JUGA:Kasus Pita Cukai Bea Cukai Makin Panas, KPK Tunggu Haji Suryo Pulih untuk Diperiksa

Sejumlah pelaku usaha, khususnya yang masih bergantung pada bahan baku impor, mengaku mulai merasakan tekanan akibat meningkatnya biaya produksi. 

Kenaikan nilai dolar membuat biaya pembelian bahan baku menjadi lebih mahal dibandingkan beberapa bulan sebelumnya. 

Jika kondisi tersebut berlangsung dalam jangka panjang, pelaku usaha berpotensi melakukan penyesuaian harga untuk menjaga kelangsungan bisnis.

Tidak hanya kalangan pengusaha, mahasiswa dan generasi muda juga menyampaikan kekhawatiran mereka melalui berbagai platform media sosial. 

BACA JUGA:Banggakan Indonesia! Qari Cilik dan Qari Senior Asal Lampung Siap Bertarung di MTQ Internasional Karbala

Banyak yang menyoroti meningkatnya biaya pembelian perangkat elektronik, langganan layanan digital internasional, hingga kebutuhan pendidikan yang menggunakan mata uang asing.

Di sisi lain, pekerja sektor swasta mulai mencermati dampak pelemahan rupiah terhadap kemampuan belanja rumah tangga. 

Sebagian masyarakat menilai kenaikan biaya hidup berpotensi lebih cepat dibandingkan pertumbuhan pendapatan, sehingga dapat mengurangi daya beli jika kondisi nilai tukar tidak segera membaik.

Dampak langsung juga dirasakan oleh masyarakat yang memiliki kebutuhan transaksi internasional. 

BACA JUGA:Breaking! Harga Emas Antam 2 Juni 2026 Turun Tajam, Kini Rp2,774 Juta per Gram

Kategori :