FOMO dan Kesehatan Mental: Diam-Diam Menggerus Pikiran, Ini Dampak dan Cara Mengatasinya
FOMO dan Kesehatan Mental: Diam-Diam Menggerus Pikiran, Ini Dampak dan Cara Mengatasinya--
Menurut Andrew K. Przybylski, peneliti dari University of Oxford, FOMO berkaitan erat dengan kebutuhan dasar manusia untuk merasa terhubung dan diterima dalam lingkungan sosial.
Sementara itu, Sherry Turkle, seorang profesor di MIT, menyatakan bahwa teknologi yang seharusnya mendekatkan justru sering membuat individu merasa lebih kesepian karena interaksi yang dangkal.
Pandangan ini memperkuat bahwa FOMO bukan hanya fenomena sosial, tetapi juga persoalan psikologis yang kompleks.
Mengapa Generasi Muda Lebih Rentan?
Generasi muda, khususnya generasi Z, menjadi kelompok yang paling rentan terhadap FOMO. Hal ini disebabkan oleh tingginya intensitas penggunaan media sosial serta kebutuhan akan pengakuan sosial.
BACA JUGA:Diam-Diam Jadi Rebutan! Ini Jurusan Kuliah Sepi Peminat Tapi Peluang Lolosnya Tinggi
Lingkungan digital yang serba cepat membuat standar kebahagiaan terlihat instan dan tidak realistis. Akibatnya, banyak individu merasa tertinggal jika tidak mencapai hal yang sama.
Cara Mengatasi FOMO agar Kesehatan Mental Tetap Terjaga
Mengatasi FOMO membutuhkan kesadaran dan pengendalian diri. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
1. Batasi Penggunaan Media Sosial
Kurangi waktu penggunaan aplikasi yang memicu perbandingan sosial.
2. Fokus pada Kehidupan Nyata
Alihkan perhatian pada aktivitas yang memberi kepuasan nyata, seperti hobi atau interaksi langsung.
BACA JUGA:Pembangkit Listrik Tenaga Sampah: Solusi Cerdas Atasi Krisis Energi dan Gunungan Sampah di Indonesia
3. Latih Rasa Syukur
Menyadari dan menghargai apa yang dimiliki dapat mengurangi keinginan untuk selalu membandingkan diri.
4. Bangun Self-Awareness
Pahami bahwa tidak semua yang terlihat di media sosial adalah realitas yang sebenarnya.
FOMO merupakan fenomena yang tidak bisa dihindari di era digital, namun dampaknya terhadap kesehatan mental tidak boleh dianggap remeh.
Perasaan cemas, stres, hingga depresi dapat muncul jika kondisi ini tidak dikelola dengan baik.
Dengan memahami akar permasalahan dan menerapkan langkah-langkah yang tepat, FOMO dapat dikendalikan sehingga tidak mengganggu kualitas hidup.
Sumber: