Sejarah Kota Bandar Lampung: Dari Pelabuhan Tua hingga Kota Modern

Sejarah Kota Bandar Lampung: Dari Pelabuhan Tua hingga Kota Modern

Sejarah Kota Bandar Lampung: Dari Pelabuhan Tua hingga Kota Modern--

LAMPUNG.DISWAY.ID - Sejarah Kota Bandar Lampung tidak bisa dilepaskan dari dua wilayah penting pada masa lalu, yakni Teluk Betung dan Tanjung Karang. Teluk Betung dikenal sebagai kawasan pelabuhan tua yang strategis karena berada di pesisir selatan Pulau Sumatra dan menghadap langsung ke Teluk Lampung.

Sejak abad ke-17, wilayah ini telah menjadi jalur perdagangan penting. Letaknya yang berada di ujung selatan Sumatra menjadikannya pintu gerbang penghubung antara Pulau Jawa dan Sumatra.

Pada masa kolonial Belanda, Teluk Betung berkembang sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan. Sementara itu, Tanjung Karang tumbuh sebagai kawasan permukiman dan pusat aktivitas ekonomi daratan.

BACA JUGA:Citilink Buka Rute Baru dari Halim ke Padang dan Pekanbaru Mulai 16 Februari 2026

Masa Kolonial dan Perkembangan Infrastruktur

Pada abad ke-19, pemerintah Hindia Belanda mulai membangun berbagai infrastruktur di wilayah ini, termasuk jalur transportasi dan fasilitas pelabuhan. Letusan dahsyat Gunung Krakatau tahun 1883 juga berdampak besar terhadap kawasan Teluk Betung.

Gelombang tsunami akibat letusan tersebut sempat menghancurkan sebagian wilayah pesisir. Namun, kawasan ini kembali dibangun dan berkembang sebagai pusat administrasi kolonial di Lampung.

Pada masa itu, Lampung menjadi daerah penting dalam program kolonisasi (transmigrasi) dari Pulau Jawa, yang turut membentuk struktur sosial dan demografi wilayah hingga kini.

Penggabungan Teluk Betung dan Tanjung Karang

Setelah Indonesia merdeka, Teluk Betung dan Tanjung Karang tetap menjadi dua wilayah administratif terpisah. Namun, pada tahun 1965, keduanya resmi digabung menjadi satu kota bernama Tanjungkarang–Telukbetung.

BACA JUGA:Fakta dan Pertanyaan Tentang Program Mudik Gratis 2026 Kemenhub, BUMN, Ritel hingga Komunitas

Kemudian, berdasarkan Peraturan Pemerintah tahun 1983, nama kota tersebut diubah menjadi Bandar Lampung. Perubahan nama ini menegaskan identitas kota sebagai pusat perdagangan (bandar) sekaligus ibu kota Provinsi Lampung.

Bandar Lampung sebagai Ibu Kota Provinsi

Bandar Lampung merupakan ibu kota dari Lampung. Secara geografis, kota ini memiliki posisi strategis karena menjadi gerbang utama Pulau Sumatra dari arah Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni.

Sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, dan ekonomi, Bandar Lampung terus berkembang pesat. Berbagai sektor seperti perdagangan, jasa, pendidikan, dan pariwisata menjadi tulang punggung perekonomian kota.

Beberapa destinasi wisata populer di kota ini antara lain:

  • Pantai Mutun
  • Pulau Pahawang
  • Taman Wisata Lembah Hijau

Perkembangan Kota Modern

Saat ini, Bandar Lampung tumbuh sebagai kota metropolitan di bagian selatan Sumatra. Infrastruktur jalan, pusat perbelanjaan, kawasan pendidikan, serta fasilitas publik terus mengalami peningkatan.

Sumber: