Rute Lampung–Kuala Lumpur Resmi Dibuka, Ini Pertimbangan Strategis Pemprov Lampung

Rute Lampung–Kuala Lumpur Resmi Dibuka, Ini Pertimbangan Strategis Pemprov Lampung

Rute Lampung–Kuala Lumpur Resmi Dibuka, Ini Pertimbangan Strategis Pemprov Lampung--

LAMPUNG.DISWAY.ID - Pemerintah Provinsi Lampung kembali mengaktifkan penerbangan internasional melalui rute Lampung–Kuala Lumpur yang beroperasi dari Bandara Radin Inten II. 

Pembukaan rute luar negeri ini menjadi tonggak baru setelah bandara tersebut sempat tidak melayani penerbangan internasional dalam beberapa waktu terakhir.

Peresmian dilakukan oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, yang menyebut rute ke Kuala Lumpur sebagai pilihan paling realistis dan strategis untuk tahap awal. 

Menurutnya, koneksi ke Malaysia memiliki basis permintaan tinggi dari masyarakat Lampung, baik untuk perjalanan bisnis, wisata, maupun kebutuhan ibadah umrah.

BACA JUGA:Rekomendasi Aplikasi Adzan Terbaik 2026: Pengingat Sholat Akurat dengan Fitur Lengkap

Rute ini diharapkan memangkas waktu dan biaya perjalanan warga yang sebelumnya harus transit di Jakarta untuk penerbangan luar negeri. 

Setiap tahun, puluhan ribu jemaah umrah asal Lampung berangkat melalui bandara di luar provinsi. Dengan adanya penerbangan langsung, akses menjadi lebih praktis dan efisien.

Selain itu, faktor pekerja migran juga menjadi pertimbangan utama. Ribuan tenaga kerja asal Lampung bekerja di Malaysia dan melakukan perjalanan pulang-pergi secara rutin. 

Dengan rute langsung, potensi penghematan biaya perjalanan diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah per tahun.

BACA JUGA:7 Tips Mengurangi Berat Badan Secara Sehat dan Realistis yang Bisa Dilakukan di Rumah

Dari sisi regulasi, status internasional bandara telah ditetapkan melalui keputusan resmi pemerintah pusat. Proses tersebut didukung rekomendasi lintas kementerian, mencakup unsur imigrasi, kesehatan, keuangan, dan pertahanan. Seluruh persyaratan administratif dinyatakan lengkap sebelum penerbangan perdana dilaksanakan.

Kepala Dinas Perhubungan Lampung menjelaskan bahwa tahap awal penerbangan masih bersifat carter dengan dukungan investor swasta, tanpa menggunakan anggaran APBD. 

Ke depan, penerbangan ditargetkan menjadi reguler dua kali dalam sepekan dan mulai berjalan sebelum periode Lebaran 2026.

Dukungan operasional bandara juga ditegaskan oleh pihak operator, termasuk PT Angkasa Pura Indonesia, yang menilai rute Kuala Lumpur memiliki tingkat trafik tinggi di kawasan Asia Tenggara.

Sumber: