Panic Buying BBM di Banda Aceh: Antrean SPBU Mengular Usai Pernyataan Bahlil Soal Stok 20 Hari
Panic Buying BBM di Banda Aceh: Antrean SPBU Mengular Usai Pernyataan Bahlil Soal Stok 20 Hari--
LAMPUNG.DISWAY.ID - Banda Aceh – Suasana di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Banda Aceh mendadak dipadati kendaraan. Antrean panjang terlihat sejak Kamis (5/3) hingga Jumat (6/3), diduga akibat aksi panic buying masyarakat terhadap bahan bakar minyak (BBM).
Fenomena tersebut muncul setelah pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengenai ketahanan stok BBM nasional yang disebut hanya mampu bertahan sekitar 20 hari jika terjadi gangguan pasokan akibat meningkatnya ketegangan konflik antara Iran dan Israel.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan terjadi di sejumlah SPBU strategis di Banda Aceh. Di SPBU Lingke, misalnya, antrean kendaraan bahkan mencapai sekitar 300 meter dan mendekati gerbang keluar Kantor Gubernur Aceh.
BACA JUGA:Anindya Bakrie Hadiri Bukber Pengusaha Lampung di Masjid Raja Al Bakrie, Santuni Ratusan Anak Yatim
Kondisi serupa juga tampak di SPBU Lamnyong. Antrean kendaraan memanjang hingga ke badan jalan dan berlangsung hingga larut malam.
Dipicu Faktor Psikologis
Seorang pengendara mobil, Saiful Kamar, menilai kepadatan antrean tersebut lebih dipengaruhi oleh faktor psikologis masyarakat yang cenderung mengikuti situasi di sekitar.
“Budaya masyarakat kita sering ikut-ikutan. Ketika melihat orang antre, yang lain juga ikut. Akhirnya semua takut kehabisan BBM, padahal sebenarnya stok dari Pertamina masih aman,” ujar Saiful saat ditemui di tengah antrean.
Menurutnya, kecemasan masyarakat juga dipengaruhi pengalaman masa lalu ketika terjadi bencana banjir yang sempat mengganggu distribusi BBM. Selain itu, momen menjelang arus mudik Idul Fitri juga membuat masyarakat lebih waspada terhadap kebutuhan bahan bakar.
“Mungkin orang masih trauma dengan pengalaman bencana sebelumnya. Ketika melihat antrean seperti ini, mereka langsung mengantisipasi. Apalagi sekarang sudah mendekati Lebaran,” tambahnya.
Lonjakan Konsumen Mengejutkan Petugas
Lonjakan kendaraan yang datang secara tiba-tiba juga membuat para petugas SPBU terkejut. Maujul Bahri, salah satu petugas SPBU, mengaku kondisi awalnya masih normal saat stasiun pengisian baru dibuka.
BACA JUGA:239 SD dan 138 SMP di Bandar Lampung Siap Ikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA)
“Saat SPBU dibuka, situasinya masih biasa saja, bahkan ketika mobil tangki datang juga belum ada antrean. Tapi beberapa jam kemudian tiba-tiba ramai. Saya juga kaget,” ujarnya.
Meski demikian, para petugas tetap berupaya mengatur antrean agar tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Pengelola Pastikan Stok Aman
Sumber: