Puncak Mudik Diprediksi 18 Maret, Tol Bakter Siapkan Layanan Darurat dan Rest Area Tambahan
Puncak Mudik Diprediksi 18 Maret, Tol Bakter Siapkan Layanan Darurat dan Rest Area Tambahan--
LAMPUNG.DISWAY.ID - Pengelola ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter) menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menghadapi arus mudik dan arus balik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Provinsi Lampung.
Berbagai layanan operasional serta kesiapan infrastruktur telah dimatangkan guna memastikan perjalanan para pemudik dapat berlangsung aman, nyaman, dan lancar.
Direktur PT BTB Toll, I Wayan Mandia, mengatakan kesiapan operasional ruas tol tersebut hingga H-11 Lebaran telah mencapai 99,9 persen. Seluruh pekerjaan perbaikan besar pada badan jalan juga telah rampung dilakukan.
“Kami telah menyiapkan sejumlah tim untuk memastikan kondisi jalan tetap aman selama masa mudik, mulai dari tim penanganan lubang jalan, penyediaan material coldmix, hingga tim khusus yang menangani potensi genangan air dan aquaplaning di beberapa titik rawan,” ujar Wayan, Kamis (12/3/2026).
Berdasarkan data nasional dari kepolisian, pada masa angkutan Lebaran tahun ini diperkirakan terjadi 143,9 juta pergerakan masyarakat di seluruh Indonesia. Angka tersebut diprediksi sedikit menurun sekitar 1,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan tersebut diperkirakan turut memengaruhi volume kendaraan yang melintas di ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar selama periode mudik.
Untuk arus mudik, pergerakan kendaraan diperkirakan terjadi pada 14 hingga 19 Maret 2026, dengan puncak arus mudik diprediksi pada 18 Maret atau H-2 Lebaran.
Sementara itu, arus balik diperkirakan berlangsung pada 24–25 Maret serta 28–29 Maret 2026, dengan puncaknya diperkirakan terjadi pada 27 Maret.
BACA JUGA:Gubernur Lampung Soroti Minimnya Daya Tampung SMA, Pesantren Jadi Penyelamat 20 Ribu Lulusan SMP
Sebagai perbandingan, pada periode angkutan Lebaran tahun 2025 tercatat sebanyak 1.005.654 kendaraan melintas di ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, pengelola tol menambah jumlah personel di gerbang tol guna mempercepat proses transaksi. Selain itu, perangkat mobile reader juga disiapkan untuk membantu transaksi ketika volume kendaraan meningkat.
Pengelola juga menyediakan lajur khusus bagi kendaraan dengan saldo uang elektronik tidak mencukupi agar tidak menghambat kendaraan lain yang saldonya tersedia.
Di sisi lain, pemerintah juga memberlakukan pembatasan kendaraan sumbu tiga ke atas mulai 13 hingga 29 Maret 2026.
Sumber: