Ustaz Adi Hidayat Jelaskan Hukum Menangis Saat Puasa, Apakah Bisa Batal?

Ustaz Adi Hidayat Jelaskan Hukum Menangis Saat Puasa, Apakah Bisa Batal?

Ustaz Adi Hidayat Jelaskan Hukum Menangis Saat Puasa, Apakah Bisa Batal?--

LAMPUNG.DISWAY.ID - Saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, umat Muslim dianjurkan menjaga diri dari hal-hal yang dapat membatalkan atau mengurangi nilai ibadah. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah menangis saat puasa dapat membatalkan ibadah tersebut.

Banyak orang khawatir air mata yang keluar ketika menangis bisa memengaruhi keabsahan puasa. 

Namun dalam pandangan mayoritas ulama, menangis tidak termasuk dalam perkara yang membatalkan puasa.

BACA JUGA:Panduan Lengkap I’tikaf: Niat, Tata Cara, dan Keutamaannya

Menangis Tidak Termasuk Hal yang Membatalkan Puasa

Secara umum, puasa batal apabila seseorang memasukkan sesuatu ke dalam tubuh melalui saluran yang terbuka seperti mulut atau hidung dengan sengaja. 

Air mata yang keluar dari mata tidak melalui jalur tersebut sehingga tidak memengaruhi keabsahan puasa.

Oleh karena itu, seseorang yang menangis karena sedih, terharu, atau karena alasan emosional lainnya tetap dianggap menjalankan puasa dengan sah.

Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Pendakwah nasional Adi Hidayat juga menjelaskan bahwa menangis tidak membatalkan puasa selama air mata tersebut tidak disengaja tertelan dalam jumlah yang signifikan.

BACA JUGA:Rahasia Malam Lailatul Qadar, Ulama Jelaskan Keutamaan dan Tanda-Tandanya

Menurutnya, air mata merupakan bagian dari reaksi emosional manusia yang wajar dan tidak termasuk hal yang membatalkan puasa.

Ia menegaskan bahwa selama tidak ada sesuatu yang masuk ke dalam tubuh melalui mulut secara sengaja, maka puasa tetap sah.

Bahkan dalam beberapa kondisi, menangis karena mengingat kebesaran Allah atau ketika membaca ayat Al-Qur’an dapat menjadi tanda keimanan seseorang.

Menangis Karena Ibadah Justru Bernilai Pahala

Dalam Islam, tangisan yang muncul karena rasa takut kepada Allah atau karena tersentuh oleh ayat-ayat suci justru memiliki nilai spiritual yang tinggi.

BACA JUGA:10 Hari Terakhir Ramadan: Amalan dan Keutamaannya Menurut Ulama

Sumber: