Namun, manfaat ini masih memerlukan uji klinis lebih lanjut pada manusia.
12. Mendukung Pola Makan Sehat
Kecombrang rendah kalori namun kaya cita rasa. Karena itu, bunga ini cocok menjadi pelengkap menu sehat tanpa menambah banyak kalori.
13. Membantu Menjaga Kesehatan Mulut
Sifat antibakteri pada kecombrang diduga membantu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut.
Tak heran jika tanaman ini juga mulai diteliti sebagai bahan alami produk kesehatan mulut.
BACA JUGA:Daun Sendok Ternyata Punya Segudang Khasiat, dari Menjaga Ginjal hingga Menurunkan Peradangan
14. Berpotensi sebagai Antikanker
Berbagai penelitian laboratorium menunjukkan ekstrak kecombrang memiliki aktivitas sitotoksik terhadap beberapa jenis sel kanker.
Namun perlu ditegaskan bahwa hasil tersebut masih sebatas penelitian awal dan belum membuktikan kecombrang dapat mengobati kanker pada manusia.
15. Menambah Aroma dan Nafsu Makan
Selain manfaat kesehatan, aroma segar kecombrang mampu meningkatkan cita rasa makanan sehingga dapat membantu meningkatkan selera makan.
Cara Mengonsumsi Bunga Kecombrang
Kecombrang dapat diolah menjadi berbagai hidangan, seperti:
- Lalapan segar
- Sambal kecombrang
- Tumisan
- Urap
- Pecel
- Gulai
- Asam pedas
- Pepes
- Nasi goreng
- Salad
Agar kandungan vitamin dan senyawa aktifnya tetap terjaga, sebaiknya bunga kecombrang dimasak dalam waktu singkat atau dikonsumsi dalam keadaan segar setelah dicuci bersih.
BACA JUGA:Rahasia Khasiat Bawang Merah: Bantu Turunkan Kolesterol hingga Jaga Imunitas
Apakah Aman Dikonsumsi Setiap Hari?
Secara umum, bunga kecombrang aman dikonsumsi sebagai bagian dari menu harian dalam jumlah yang wajar.
Hingga saat ini belum banyak laporan mengenai efek samping serius dari konsumsi kecombrang sebagai bahan pangan.
Namun, bagi individu yang memiliki alergi terhadap tanaman dari keluarga jahe-jahean atau sedang menjalani pengobatan tertentu, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsinya dalam jumlah besar atau sebagai suplemen herbal.
Bunga kecombrang bukan hanya bumbu dapur yang memperkaya cita rasa masakan, tetapi juga merupakan tanaman herbal lokal yang kaya senyawa bioaktif seperti flavonoid, polifenol, fenolik, vitamin C, dan minyak atsiri.
Berbagai penelitian menunjukkan potensinya sebagai antioksidan, antibakteri, antiinflamasi, hingga pendukung kesehatan jantung dan sistem pencernaan.