Royal jelly, sekresi yang menjadi makanan larva lebah dan ratu lebah. Produk ini mengandung protein, lemak, karbohidrat serta senyawa seperti 10-hydroxy-2-decenoic acid.
BACA JUGA:Manfaat Bunga Kecombrang untuk Kesehatan, Kandungan dan Cara Mengonsumsinya
Bee pollen, merupakan serbuk sari yang dikumpulkan lebah dan mengandung protein, asam amino, lipid, vitamin, mineral serta senyawa fenolik.
Beeswax atau lilin lebah, digunakan lebah untuk membangun struktur sarang.
Bee venom atau bisa lebah, cairan kompleks yang mengandung peptide, protein, enzim, amina biologis dan berbagai molekul lain.
Komposisi setiap produk dapat berbeda tergantung spesies lebah, sumber tanaman, musim, lokasi dan proses pengolahannya.
Kandungan Aktif dalam Lebah yang Paling Banyak Diteliti
Jika yang dimaksud dengan "kandungan aktif dalam lebah" adalah bisa lebah, terdapat sejumlah senyawa yang menjadi perhatian para peneliti.
BACA JUGA:Kulit Kina Ternyata Punya Banyak Khasiat, Ini Kandungan Aktif dan Manfaatnya untuk Tubuh
1. Melittin
Melittin merupakan salah satu komponen utama bisa lebah. Senyawa ini berupa peptide dan dapat mencapai sekitar 40–60 persen dari berat kering bisa lebah, tergantung spesies dan metode analisis.
Melittin memiliki aktivitas biologis yang kuat. Penelitian laboratorium menunjukkan senyawa ini dapat berinteraksi dengan membran sel dan memiliki aktivitas antimikroba serta antiinflamasi dalam kondisi tertentu.
Namun, aktivitas biologis yang kuat juga membuat melittin bersifat toksik. Karena itu, keberadaannya dalam bisa lebah tidak boleh diartikan sebagai alasan untuk menggunakan sengatan lebah sebagai terapi mandiri.
2. Phospholipase A2 atau PLA2
PLA2 merupakan enzim penting dalam bisa lebah. Senyawa ini dapat memecah komponen tertentu pada membran sel.
PLA2 juga dikenal sebagai salah satu komponen yang berperan dalam reaksi alergi terhadap sengatan lebah.
BACA JUGA:Mengenal Akar Marshmallow, Herbal Kaya Kandungan Aktif dengan Banyak Khasiat
Penelitian mengenai senyawa ini memang menunjukkan berbagai aktivitas biologis, tetapi sebagian besar temuan terapeutik masih berasal dari penelitian laboratorium atau hewan.
3. Apamin
Apamin merupakan peptide berukuran kecil yang terdapat dalam bisa lebah. Senyawa ini memiliki aktivitas terhadap saluran ion kalium pada sel saraf.