BACA JUGA:Penyakit Wilson Jarang Terdengar, Tapi Bisa Berbahaya: Ini Penyebab dan Gejalanya
ALS familial atau ALS yang terjadi dalam keluarga dapat berkaitan dengan mutasi gen tertentu. Salah satu gen yang banyak diteliti adalah SOD1.
Namun, keberadaan faktor genetik tidak berarti semua penderita ALS mempunyai anggota keluarga dengan penyakit yang sama. Sebagian besar kasus terjadi pada orang yang tidak memiliki riwayat keluarga ALS.
2. Faktor lingkungan
Para ilmuwan masih meneliti kemungkinan hubungan ALS dengan berbagai paparan lingkungan.
Beberapa penelitian mengamati kemungkinan kaitan dengan paparan logam berat, bahan kimia tertentu, pestisida maupun zat beracun lainnya.
Namun, CDC menegaskan bahwa sampai sekarang belum ditemukan satu faktor lingkungan tertentu yang dapat dinyatakan sebagai penyebab pasti sebagian besar kasus ALS.
Artinya, seseorang tidak dapat langsung menyimpulkan bahwa paparan suatu bahan kimia tertentu pasti menyebabkan ALS.
3. Merokok
Merokok termasuk salah satu faktor lingkungan yang telah diteliti dalam kaitannya dengan ALS.
Mayo Clinic menyebut terdapat bukti yang mendukung merokok sebagai salah satu faktor risiko lingkungan ALS. Meski demikian, faktor tersebut tidak berarti setiap perokok akan mengalami ALS.
4. Usia
Risiko ALS berkaitan dengan pertambahan usia. CDC menyebut sebagian besar orang didiagnosis ALS pada rentang usia sekitar 55–75 tahun.
Namun, ALS juga dapat muncul pada usia yang lebih muda sehingga usia saja tidak dapat digunakan untuk memastikan seseorang mengalami penyakit ini.
BACA JUGA:Ampuh & Aman! Ini Rekomendasi Obat Sakit Gigi Anak dari Dokter yang Wajib Diketahui Orang Tua