“Jika sampai ditemukan pelanggaran seperti itu tentu akan diserahkan kepada pihak berwajib untuk ditindak secara hukum,” tegasnya.
Menjelang Idulfitri, kebutuhan masyarakat terhadap berbagai bahan pangan memang cenderung meningkat. Namun hingga saat ini harga sejumlah komoditas masih relatif stabil dan ketersediaan stok dinilai mencukupi.
Beberapa komoditas yang terus dipantau pemerintah antara lain cabai, beras, gula, tepung, telur, serta daging.
“Biasanya menjelang Lebaran harga memang berpotensi naik karena permintaan meningkat. Tapi saat ini harga masih stabil dan stok aman,” katanya.
BACA JUGA:Pemprov Lampung Gelar Lampung Student Olympic 2026, Ajang Unjuk Bakat Pelajar
Selain melakukan pengawasan terhadap peredaran bahan pokok, Pemerintah Kota Bandar Lampung juga menjalankan program pasar murah atau operasi pasar untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga lebih terjangkau.
Program tersebut telah dilaksanakan dalam tiga tahap dan menjangkau 20 kecamatan di Kota Bandar Lampung. Pelaksanaan tahap terakhir digelar pada Kamis, 12 Maret 2026.
Dalam tiga tahap pelaksanaan pasar murah tersebut, pemerintah kota mengalokasikan subsidi sekitar Rp400 juta untuk sejumlah komoditas seperti minyak goreng, beras, tepung, gula, dan telur.
Erwin mengatakan masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi terhadap program tersebut karena harga bahan pokok yang ditawarkan lebih murah dibandingkan harga pasar.
Melalui pengawasan distribusi pangan serta program pasar murah ini, pemerintah berharap masyarakat dapat memenuhi kebutuhan selama Ramadan hingga Idulfitri dengan lebih mudah dan terjangkau.