Cocok untuk:
Sayuran daun seperti selada dan sawi..
BACA JUGA:Apa Itu Hidroponik? Cara Bertani Modern Tanpa Tanah yang Lagi Viral
4. Sistem Ebb and Flow (Pasang Surut)
Sistem ini bekerja dengan cara membanjiri media tanam dengan larutan nutrisi secara berkala, kemudian mengalirkannya kembali ke reservoir.
Cara Kerja:
Timer mengatur kapan air naik (flood) dan turun (drain).
Kelebihan:
- Akar mendapatkan oksigen optimal
- Fleksibel untuk berbagai jenis tanaman
Kekurangan:
- Instalasi lebih kompleks
- Memerlukan kontrol waktu yang tepat
Cocok untuk:
Tanaman buah dan sayuran.
BACA JUGA:Cara Membuat Wadah Hidroponik Sederhana dari Botol Bekas, Murah dan Anti Gagal
5. Sistem Drip (Tetes)
Sistem drip merupakan salah satu metode paling fleksibel dalam hidroponik.
Cara Kerja:
Larutan nutrisi diteteskan langsung ke akar tanaman melalui selang kecil.
Kelebihan:
- Efisiensi tinggi
- Bisa disesuaikan per tanaman
- Cocok untuk skala besar
Kekurangan:
- Risiko penyumbatan
- Perlu perawatan rutin