BACA JUGA:Rahasia Tetap Produktif Walau WFH, Anti Mager dan Tidak Menunda
Cocok untuk:
Pemula, tanaman kecil seperti selada atau bayam.
2. Deep Water Culture (DWC)
DWC adalah sistem di mana akar tanaman langsung terendam dalam larutan nutrisi yang diberi oksigen menggunakan aerator.
Cara Kerja:
Akar berada di dalam air nutrisi, sementara aerator menghasilkan gelembung udara untuk menjaga kadar oksigen.
Kelebihan:
- Pertumbuhan tanaman cepat
- Sistem sederhana namun efektif
- Cocok untuk produksi skala kecil hingga menengah
Kekurangan:
- Bergantung pada listrik
- Risiko akar busuk jika aerasi kurang
BACA JUGA:10 Tutorial DIY Mudah yang Bisa Kamu Kerjakan Sendiri di Rumah
Cocok untuk:
Selada, kangkung, pakcoy.
3. Nutrient Film Technique (NFT)
NFT adalah sistem hidroponik modern yang banyak digunakan dalam skala komersial.
Cara Kerja:
Larutan nutrisi mengalir tipis secara terus-menerus melalui pipa, menyentuh akar tanaman.
Kelebihan:
- Hemat air dan nutrisi
- Pertumbuhan tanaman stabil
- Sistem bersih dan efisien
Kekurangan:
- Sangat bergantung pada pompa
- Risiko gagal jika aliran terhenti