Gejala hantavirus biasanya muncul satu hingga delapan minggu setelah terpapar virus. Pada tahap awal, gejalanya mirip flu sehingga sering tidak disadari.
Beberapa gejala umum hantavirus antara lain:
- Demam tinggi
- Sakit kepala
- Nyeri otot dan tubuh lemas
- Mual dan muntah
- Nyeri perut
- Gangguan pernapasan
- Sesak napas
BACA JUGA:Menyentuh Hati, Adik-Adik Almarhum Mandala Terima Bantuan Sepatu dari AZA DBL
Pada kasus berat, pasien dapat mengalami kerusakan paru-paru atau gagal ginjal.
Kemenkes menyebut beberapa pasien di Indonesia mengalami gejala seperti demam, nyeri badan, hingga gangguan ginjal.
Kondisi Terkini Hantavirus di Indonesia
Kondisi hantavirus di Indonesia saat ini masih dalam pengawasan pemerintah. Berdasarkan data Kemenkes, terdapat 23 kasus hantavirus terkonfirmasi di Indonesia selama periode 2024 hingga 2026. Dari jumlah tersebut, tiga pasien dilaporkan meninggal dunia dan 20 lainnya sembuh.
Kasus ditemukan di beberapa provinsi, antara lain Jawa Barat, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan sejumlah wilayah lainnya.
BACA JUGA:Aktif Berorganisasi Saat Kuliah, Alumni Teknokrat Ini Kini Berkarier sebagai Site Supervisor
Sebagian besar kasus di Indonesia berasal dari strain Seoul virus yang berkaitan dengan tikus perkotaan.
Sementara itu, perhatian dunia terhadap hantavirus meningkat setelah muncul wabah di kapal pesiar MV Hondius yang menyebabkan beberapa kematian.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan risiko global masih tergolong rendah, namun pengawasan tetap diperketat.
Pemerintah Indonesia juga mulai memperkuat sistem skrining dan pengawasan untuk mengantisipasi penyebaran virus ini.
BACA JUGA:BSI dan Muhammadiyah Sinergi Bangun Ekosistem Digital Pendidikan Islam Lewat EduMu
Cara Mencegah Hantavirus
Pencegahan hantavirus terutama dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak dengan tikus.
Berikut langkah pencegahan yang dianjurkan:
- Menjaga rumah tetap bersih
- Menutup akses masuk tikus
- Menggunakan masker saat membersihkan area berdebu atau gudang
- Tidak menyentuh tikus secara langsung
- Menyimpan makanan di tempat tertutup
- Rutin membuang sampah
Jika mengalami gejala setelah kontak dengan tikus atau berada di lingkungan yang banyak tikus, masyarakat dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.