Pengamatan Hilal di ITERA: 19 Maret Sulit Terlihat, 20 Maret Lebih Berpeluang
Pengamatan Hilal di ITERA: 19 Maret Sulit Terlihat, 20 Maret Lebih Berpeluang--
LAMPUNG.DISWAY.ID - Institut Teknologi Sumatera menjadi salah satu lokasi pemantauan hilal dalam penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah di Indonesia.
Melalui Observatorium Astronomi ITERA Lampung, kegiatan rukyatul hilal dilakukan bekerja sama dengan Kementerian Agama Provinsi Lampung pada Kamis, 19 Maret 2026, bertempat di rooftop Gedung Kuliah Umum (GKU) 2 ITERA.
Pemilihan lokasi ini dilakukan karena teleskop utama OZT-ALTS tengah dalam proses perawatan. Meski demikian, tim tetap melakukan pengamatan hilal sekaligus pengumpulan data ilmiah untuk keperluan riset dan pendidikan.
Kepala OAIL, Annisa Novia, menjelaskan bahwa kegiatan pengamatan hilal telah rutin dilakukan sejak 2017 sebagai kontribusi dalam penyediaan data bagi pemerintah dan masyarakat.
BACA JUGA:Arus Mudik Memuncak: 10 Ribu Kendaraan Serbu Penyeberangan Bakauheni
Berdasarkan perhitungan astronomi, konjungsi toposentrik terjadi pada pukul 06.41 WIB. Saat matahari terbenam pukul 18.11 WIB, posisi bulan berada di atas ufuk dengan ketinggian sekitar 1 derajat dan elongasi sekitar 5 derajat.
Namun, kondisi tersebut belum memenuhi kriteria visibilitas hilal Neo MABIMS yang mensyaratkan ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
“Secara perhitungan, hilal di ITERA kemungkinan belum dapat diamati pada 19 Maret,” jelas Annisa.
Karena itu, pengamatan akan dilanjutkan pada Jumat, 20 Maret 2026. Pada hari tersebut, posisi bulan diperkirakan jauh lebih ideal dengan ketinggian lebih dari 12 derajat dan elongasi di atas 18 derajat, sehingga peluang terlihatnya hilal semakin besar.
BACA JUGA:Lonjakan Mudik 2026! 280 Ribu Orang Sudah Menyeberang ke Jawa via Bakauheni
Dalam kegiatan ini, OAIL menyiapkan sejumlah instrumen, di antaranya Ojanscope (teropong hilal ganda), Baride Optics A-102, Utopia III, serta binokuler.
Pengamatan hari pertama dilakukan secara terbatas bersama Kemenag Lampung, sementara pengambilan data lanjutan akan dilakukan keesokan harinya.
Hasil rukyatul hilal dari OAIL akan dilaporkan kepada Kemenag Lampung sebagai bahan dalam Sidang Isbat yang digelar Kementerian Agama Republik Indonesia di Jakarta.
Annisa mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil resmi pemerintah terkait penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah.
Sumber: