DFSK juga memperluas pasar PHEV melalui E5 Plus.
DFSK membuka pre-booking E5 Plus pada Juni 2026 dan menyebutnya sebagai SUV PHEV untuk pasar Indonesia.
Model ini menyasar keluarga yang membutuhkan kendaraan dengan kapasitas besar sekaligus teknologi elektrifikasi.
Kehadiran E5 Plus memperlihatkan bahwa persaingan PHEV di Indonesia tidak lagi hanya berada di kelas premium.
Kelebihan:
- Konsep SUV keluarga.
- Teknologi PHEV.
- Menawarkan alternatif di segmen keluarga.
- Jarak tempuh kombinasi menjadi salah satu daya tarik.
Kekurangan:
- Konsumen perlu mempertimbangkan jaringan dealer dan purnajual.
- Teknologi PHEV lebih kompleks dibanding mobil bensin biasa.
- Harga dan spesifikasi dapat berbeda berdasarkan varian.
Bagaimana dengan PHEV Premium?
Selain model yang menyasar pasar massal, Indonesia juga memiliki PHEV dari merek premium.
Lexus misalnya menawarkan NX 450h+ F Sport dengan sistem plug-in hybrid yang menggabungkan mesin 2.5 liter, baterai lithium-ion serta motor listrik depan dan belakang.
Di kelas yang jauh lebih tinggi, BMW XM juga menggunakan sistem plug-in hybrid. Salah satu dealer BMW di Indonesia mencantumkan XM 50e dengan harga OTR Rp3,776 miliar pada halaman produknya.
Artinya, PHEV di Indonesia kini mencakup rentang pasar yang cukup lebar, mulai dari kendaraan keluarga hingga SUV premium dan performa tinggi.
Kelebihan Mobil PHEV
Ada beberapa alasan mengapa PHEV semakin menarik.
Pertama, bisa menggunakan listrik untuk aktivitas harian. Jika jarak perjalanan sehari-hari relatif pendek, baterai dapat digunakan tanpa perlu menyalakan mesin bensin.
Kedua, tidak terlalu bergantung pada infrastruktur charging saat perjalanan jauh. Ketika baterai habis, mesin bensin tetap dapat digunakan.
Ketiga, konsumsi bahan bakar bisa ditekan. Namun manfaat tersebut paling terasa apabila pemilik rutin mengisi baterai dan memanfaatkan mode EV.