Sebagai penggagas Gerakan Nasional UMKM Bangkit, saya meyakini bahwa kunci pertumbuhan 6 persen bukan hanya investasi besar atau proyek strategis nasional.
Kuncinya adalah menghubungkan investasi besar dengan jutaan UMKM, memastikan hilirisasi menciptakan rantai pasok lokal, membuka pasar baru bagi usaha kecil melalui digitalisasi, serta mendorong koperasi, BUMDes, UMKM, industri daerah, dan perusahaan besar bergerak dalam satu ekosistem ekonomi yang saling memperkuat.
Jika hal itu dilakukan, pertumbuhan ekonomi tidak hanya menjadi lebih tinggi, tetapi juga lebih merata. Ketika pertumbuhan tersebar lebih luas, kesejahteraan akan lebih cepat dirasakan masyarakat.
Sejarah pembangunan menunjukkan bahwa tidak ada negara yang berhasil meloncat menjadi negara maju tanpa keberanian menetapkan target yang lebih tinggi daripada kondisi saat ini. China pernah melakukannya.
BACA JUGA:Lima Mahasiswa FK Universitas Malahayati Ikuti KKN Internasional di Malaysia
Korea Selatan pernah melakukannya. Vietnam sedang melakukannya. Indonesia juga harus berani melakukannya.
Mesin pertumbuhan Indonesia sesungguhnya sudah hidup di banyak daerah. Tugas kita sekarang bukan lagi mempertanyakan apakah Indonesia bisa tumbuh 6 persen, melainkan memastikan semakin banyak daerah ikut menjadi lokomotif pertumbuhan nasional.
Karena masa depan ekonomi Indonesia tidak ditentukan oleh satu kota. Masa depan ekonomi Indonesia ditentukan oleh kekuatan 514 kabupaten dan kota yang bergerak maju bersama.