Unila Perkuat Kerja Sama Internasional dengan University of Seville melalui Program HARVEST Erasmus+ 2026

Rabu 25-02-2026,11:00 WIB
Reporter : Reza
Editor : Reza

LAMPUNG.DISWAY.ID - Universitas Lampung (Unila) terus memperluas jejaring globalnya melalui Partnership Meeting bersama University of Seville, Spanyol. Pertemuan strategis tersebut digelar di Gedung Rektorat Lantai 2 Unila, Selasa, 24 Februari 2026.

Agenda ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat kemitraan internasional yang telah terbangun melalui program Erasmus+ bertajuk HARVEST, yang berfokus pada penguatan sistem pertanian dan pangan berkelanjutan.

Kolaborasi Global Jadi Kebutuhan Strategis

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unila, Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa internasionalisasi bukan lagi sekadar visi, melainkan kebutuhan institusi pendidikan tinggi.

BACA JUGA:Perkuat Solidaritas Kampus, Rektor Unila Dorong Optimalisasi Pengelolaan Zakat Melalui UPZ

Menurutnya, kolaborasi akademik global menjadi instrumen penting dalam memperkuat kapasitas pendidikan tinggi, khususnya dalam menjawab tantangan sektor pertanian dan ketahanan pangan di tengah dinamika global.

“Program HARVEST Erasmus+ menjadi komitmen nyata Unila dalam menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap tantangan global serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi pada pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Prof. Ayi juga menekankan bahwa pertemuan ini bukan sekadar seremonial, melainkan ruang strategis untuk menyamakan persepsi dan merancang kolaborasi jangka panjang di bidang pendidikan, riset, serta pengembangan kapasitas.

Capaian Tahun Pertama HARVEST

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Ayi memaparkan perkembangan implementasi tahun pertama program HARVEST pada 2025 yang difokuskan pada identifikasi praktik pertanian berkelanjutan serta tren pedagogi inovatif di sektor pertanian dan pangan.

BACA JUGA:BI Lampung Luncurkan SERAMBI 2026, Siapkan Rp4,5 Triliun Uang Tunai untuk Ramadan dan Idulfitri

Fase ini menjadi fondasi untuk pengembangan micro-courses dan micro-credentials yang akan diperkuat pada fase berikutnya.

Ia juga memperkenalkan peluncuran Capacity Building and Training Programme (CBTP) sebagai bagian dari penguatan kapasitas dosen dan inovasi lintas negara. Program ini dirancang secara hybrid dan multidisiplin, mencakup pelatihan daring, pengembangan materi micro-course, serta pembentukan student innovation hub.

Peserta CBTP nantinya diharapkan menjadi pengampu micro-course yang melibatkan dosen, mahasiswa pascasarjana, tenaga kependidikan, komunitas petani, hingga organisasi mitra terkait.

Arah Strategis HARVEST 2025–2027

Koordinator Konsorsium HARVEST dari University of Seville, Prof. Miguel Ángel Martín López, memaparkan roadmap program periode 2025–2027.

BACA JUGA:Wagub Lampung Jihan Nurlela Tinjau Perbaikan Jalan Pringsewu–Pardasuka, Rigid Beton Dimulai Maret 2026

Ia menjelaskan bahwa HARVEST (Higher Education Leadership on Agricultural and Food Rights for Environmental Sustainability) didanai Uni Eropa melalui skema Erasmus+ dan melibatkan delapan universitas dari Eropa dan Asia Tenggara.

Kategori :