Target Nol Putus Sekolah 2026 di Lampung, Gubernur Turun Tangan: Mungkinkah Tercapai?

Jumat 27-03-2026,09:00 WIB
Reporter : Reza
Editor : Reza

Setiap selisih angka akan langsung ditindaklanjuti dengan penelusuran di lapangan.

Tak hanya itu, Disdik juga menyiapkan solusi bagi anak-anak yang sudah terlanjur putus sekolah.

Beberapa jalur alternatif disiapkan, seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), pembelajaran jarak jauh, hingga SMA terbuka.

Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada pencegahan, tetapi juga pemulihan.

Artinya, anak-anak yang sempat terhenti pendidikannya tetap memiliki peluang untuk kembali belajar.

BACA JUGA:Gus Ipul Sowan ke Tebuireng hingga Denanyar, Bahas Muktamar NU 2026

Namun, tantangan di lapangan tidak bisa dianggap remeh.

Masalah kemiskinan masih menjadi akar utama yang sulit diatasi dalam waktu singkat. Banyak keluarga yang harus memilih antara pendidikan anak atau kebutuhan hidup sehari-hari.

Selain itu, kesadaran sebagian masyarakat terhadap pentingnya pendidikan juga masih perlu ditingkatkan.

Pemerintah pun mulai menggandeng berbagai pihak, termasuk Dinas Sosial, untuk memetakan kondisi ekonomi siswa secara lebih detail.

BACA JUGA:Harga Bitcoin Turun Tipis, Ethereum Melemah! Begini Pergerakan Pasar Kripto Terbaru Hari Ini

Data tersebut digunakan untuk memastikan bantuan pendidikan benar-benar tepat sasaran.

Di sisi lain, teknologi mulai dimanfaatkan untuk memperkuat sistem pemantauan siswa.

Pendataan digital memungkinkan pemerintah mendeteksi potensi putus sekolah lebih cepat, sehingga langkah pencegahan bisa segera dilakukan.

Meski demikian, sejumlah pengamat menilai bahwa target nol putus sekolah tetap membutuhkan kerja ekstra.

Tidak cukup hanya dengan program dan kebijakan, tetapi juga konsistensi pelaksanaan di lapangan.

Kategori :