Kadin: Ekonomi Lampung 2026 Punya Modal Kuat, Tantangan di Produktivitas dan Hilirisasi

Kadin: Ekonomi Lampung 2026 Punya Modal Kuat, Tantangan di Produktivitas dan Hilirisasi

Kadin: Ekonomi Lampung 2026 Punya Modal Kuat, Tantangan di Produktivitas dan Hilirisasi--

LAMPUNG.DISWAY.ID - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Lampung menilai prospek pertumbuhan ekonomi daerah pada tahun 2026 memiliki fondasi yang kuat. Meski demikian, dunia usaha diingatkan untuk mewaspadai tantangan peningkatan produktivitas dan perluasan pasar agar peluang pertumbuhan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.

Pandangan itu disampaikan dalam Dialog Ekonomi Lampung 2026 bertema Peluang dan Tantangan yang digelar di Sekretariat Kadin Lampung pada Senin, 9 Februari 2026.

Kegiatan ini dipimpin Wakil Ketua Umum Kadin Lampung Asrian Hendi Caya, dengan menghadirkan Plt Kepala Biro Perekonomian Setda Lampung August Riko, Ardiansyah, dan Dr. Usep Syaipuddin sebagai narasumber.

Asrian menjelaskan bahwa Lampung memiliki bekal ekonomi yang menjanjikan karena ditopang potensi besar di sektor pertanian, pariwisata, serta berbagai sumber daya alam lainnya. Menurutnya, capaian saat ini menunjukkan ruang pertumbuhan ke depan masih sangat terbuka.

BACA JUGA:Dorong Pertumbuhan Ekonomi Regional, Kadin Lampung–Jateng Resmi Jalin Kerja Sama

Ia menyoroti bahwa tantangan paling mendesak adalah mendorong peningkatan produktivitas, khususnya di sektor pertanian. Sektor ini dinilai memiliki efek cepat dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah jika dikelola dengan efisien dan berbasis nilai tambah.

Selain itu, penguatan ekonomi di tingkat desa dan kelurahan juga menjadi strategi penting yang tengah digencarkan Pemerintah Provinsi Lampung.

Pendekatan ini dinilai tidak hanya berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga efektif dalam menekan angka kemiskinan yang sebagian besar masih terkonsentrasi di wilayah perdesaan.

Menurut Asrian, keberhasilan pengembangan ekonomi desa membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, pelaku usaha, sektor swasta, dan masyarakat. Sinergi lintas pihak menjadi kunci agar program tidak berhenti pada kebijakan, tetapi berjalan dalam praktik.

BACA JUGA:Women Entrepreneur Goes to Campus: Kolaborasi KADIN, MUSIAD, dan IWAPI Perkuat Akses Modal Perempuan

Ia juga menekankan bahwa peningkatan produktivitas harus dibarengi strategi perluasan pasar. Upaya ini mencakup pengolahan (processing) hasil pertanian serta pembukaan akses ke pasar-pasar baru yang potensial, baik antarwilayah maupun antardaerah.

Sebagai contoh, ia menyebut peluang kerja sama perdagangan dengan Bangka Belitung yang memiliki keterbatasan produksi pertanian. Konektivitas pasokan antarprovinsi dinilai bisa menjadi solusi saling menguntungkan jika didukung kebijakan dan fasilitas dari pemerintah pusat.

Dalam konteks tersebut, Kadin Lampung menegaskan perannya sebagai jembatan strategis antara dunia usaha dan pemerintah. Organisasi ini berfungsi menghimpun berbagai persoalan dan kebutuhan pelaku usaha untuk kemudian dikomunikasikan kepada pemerintah guna dicarikan solusi kebijakan.

Kadin juga mendorong dukungan lebih besar terhadap investasi baru, terutama pada sektor pengolahan dan hilirisasi komoditas unggulan Lampung. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus memperkuat struktur ekonomi daerah.

Sumber: