Doomscrolling Menurut Islam: Dampak Spiritual dan Cara Mengatasinya

Doomscrolling Menurut Islam: Dampak Spiritual dan Cara Mengatasinya

Doomscrolling Menurut Islam: Dampak Spiritual dan Cara Mengatasinya--

LAMPUNG.DISWAY.ID - Di era digital saat ini, masyarakat sangat mudah mengakses berbagai informasi melalui internet dan media sosial. Namun, kemudahan tersebut juga memunculkan kebiasaan baru yang dikenal dengan istilah doomscrolling, yaitu kebiasaan terus-menerus membaca atau menggulir berita negatif di media sosial atau internet.

Fenomena ini tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi spiritual seseorang. 

Dalam pandangan Islam, menjaga ketenangan hati dan pikiran merupakan bagian penting dalam menjalani kehidupan yang seimbang.

Karena itu, kebiasaan mengonsumsi informasi negatif secara berlebihan dapat membuat hati menjadi gelisah, cemas, bahkan kehilangan rasa syukur.

BACA JUGA:Ustaz Adi Hidayat Ungkap Kalimat Doa Mustajab Agar Permintaan Cepat Dikabulkan

Dampak Doomscrolling terhadap Kehidupan Spiritual

Dalam kehidupan beragama, manusia dianjurkan untuk menjaga hati, pikiran, serta perilaku agar tetap berada pada jalan yang baik. Kebiasaan doomscrolling dapat memunculkan beberapa dampak spiritual, di antaranya:

1. Menimbulkan Kecemasan dan Ketakutan Berlebihan

Paparan berita buruk secara terus-menerus dapat membuat seseorang merasa dunia dipenuhi masalah dan ancaman. Dalam ajaran Al-Qur'an, umat manusia dianjurkan untuk tidak larut dalam kekhawatiran berlebihan karena segala sesuatu terjadi atas kehendak Tuhan.

2. Mengurangi Rasa Syukur

Ketika seseorang terlalu fokus pada berita negatif, ia dapat melupakan berbagai nikmat yang telah diberikan dalam kehidupannya.

BACA JUGA:Amalan Setelah Shalat di Bulan Ramadhan yang Tidak Boleh Dilewatkan

3. Mengganggu Konsentrasi Ibadah

Kebiasaan terlalu sering membuka media sosial dapat mengurangi waktu untuk melakukan ibadah seperti membaca kitab suci, berdoa, atau melakukan refleksi diri.

4. Memicu Perasaan Putus Asa

Berita tentang konflik, bencana, dan krisis dapat menimbulkan rasa pesimis terhadap kehidupan.

Pandangan Agama tentang Konsumsi Informasi

Dalam banyak ajaran agama, manusia dianjurkan untuk selektif dalam menerima informasi. Informasi yang dikonsumsi seharusnya membawa manfaat, bukan justru menimbulkan keresahan.

BACA JUGA:Keutamaan 10 Hari Kedua Ramadan: Fase Ampunan yang Jangan Disia-siakan

Dalam Al-Qur'an juga terdapat ajaran agar umat manusia melakukan tabayyun, yaitu memeriksa kebenaran suatu informasi sebelum mempercayainya atau menyebarkannya.

Sumber: