Menurut laporan lain yang merujuk pada data UNESCO, dari hampir 7.000 bahasa dunia, sekitar 3.000 bahasa dikategorikan dalam kondisi terancam punah karena penurunan jumlah penutur aktif dan minat penggunaan dalam komunitas penutur asli.
BACA JUGA:Zakat Fitrah 2026: Pengertian, Hukum, Besaran, Niat, dan Cara Membayarnya Sesuai Syariat
Fenomena ini bukan hanya soal hilangnya alat komunikasi, tetapi juga hilangnya nilai sejarah, tradisi lisan, cerita turun-temurun, dan cara pandang masyarakat yang terkandung dalam setiap bahasa. Ketika sebuah bahasa punah, komunitas kehilangan bagian tak tergantikan dari identitas budaya mereka.
Situasi Bahasa Daerah di Indonesia
Indonesia sendiri merupakan negara dengan ribuan bahasa daerah dan dialek, menjadikannya salah satu negara paling beragam secara linguistik di dunia. Data pemerintahan menunjukkan bahwa Indonesia memiliki lebih dari 640 bahasa daerah, dan sejumlah di antaranya berada dalam kondisi sangat terancam punah karena tidak lagi dituturkan secara aktif kepada generasi muda.
Kondisi ini menunjukkan urgensi pelestarian bahasa daerah melalui berbagai inisiatif pendidikan dan komunitas, termasuk langkah sekolah seperti program Kamis Beradat ini.
Peran Sekolah dalam Revitalisasi Bahasa Daerah
Sekolah merupakan salah satu lingkungan strategis untuk menghidupkan kembali bahasa daerah. Lewat kegiatan terpadu seperti literasi bahasa, kurikulum muatan lokal, dan pembiasaan sehari-hari, generasi muda dapat terpapar bahasa daerah secara lebih kontekstual dan menyenangkan.
BACA JUGA:BI Lampung Luncurkan SERAMBI 2026, Siapkan Rp4,5 Triliun Uang Tunai untuk Ramadan dan Idulfitri
Program Kamis Beradat menjadi contoh konkret bagaimana kebijakan sederhana namun konsisten bisa membantu anak muda mengenal bahasa asal mereka tanpa harus merasa terpaksa atau ketinggalan zaman.
Harapan dan Arah Ke Depan
Pihak sekolah berharap bahwa bahasa Lampung tidak lagi asing di telinga generasi muda dan suatu saat dapat kembali menjadi “tuan rumah” di wilayahnya sendiri. Untuk mencapai tujuan tersebut, program Kamis Beradat perlu dilengkapi dengan dukungan masyarakat, kerjasama orang tua-guru, serta pengayaan materi pembelajaran yang menarik dan relevan.
Selain itu, perkembangan teknologi dan media sosial bisa digunakan sebagai sarana memperkenalkan serta mengapresiasi bahasa Lampung, seperti pembuatan konten digital, video, dan aplikasi pembelajaran bahasa daerah.
Program Kamis Beradat yang digerakkan oleh sekolah-sekolah di Bandar Lampung merupakan langkah penting dalam pelestarian bahasa Lampung di era modern. Dengan pendekatan pembiasaan, literasi, dan dukungan komunitas, generasi muda dapat semakin terhubung dengan warisan budaya mereka sendiri.
Di tengah ancaman punahnya bahasa di seluruh dunia — termasuk banyak bahasa daerah di Indonesia — program seperti ini bukan sekadar aktivitas pendidikan, tetapi merupakan investasi budaya dalam melindungi identitas kolektif masyarakat Lampung dan Indonesia.