Seri 3
LAMPUNG.DISWAY.ID - Makanan khas Bandar Lampung menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke ibu kota Provinsi Lampung. Tidak hanya menawarkan hidangan dengan cita rasa pedas dan gurih, kuliner daerah ini juga menyimpan tradisi serta kekayaan bahan pangan yang diwariskan secara turun-temurun.
Mulai dari seruit yang identik dengan tradisi makan bersama, gulai taboh dengan kuah santan berbumbu, hingga keripik pisang yang populer sebagai buah tangan, beragam kuliner Lampung menawarkan pengalaman rasa yang menarik untuk dijelajahi.
Kekayaan kuliner tersebut tidak terlepas dari kondisi geografis Lampung yang memiliki wilayah pesisir, sungai, serta daerah penghasil berbagai komoditas pangan.
Ikan, durian, pisang, santan, dan rempah-rempah menjadi bagian dari bahan yang digunakan dalam sejumlah hidangan tradisional.
BACA JUGA:8 Pasar Tradisional di Bandar Lampung yang Jadi Andalan Belanja Warga
Indonesia Travel turut memperkenalkan beragam makanan khas daerah ini sebagai bagian dari kekayaan pariwisatanya.
Bagi wisatawan yang sedang merencanakan perjalanan ke Bandar Lampung, berikut 10 makanan khas dan kuliner tradisional Lampung yang layak masuk daftar wisata kuliner.
1. Seruit, Kuliner Khas Lampung yang Sarat Makna Kebersamaan
Seruit menjadi salah satu hidangan yang paling dikenal ketika membicarakan makanan khas Lampung.
Sajian ini umumnya menggunakan ikan bakar atau ikan goreng yang dipadukan dengan sambal terasi, tempoyak, atau mangga muda sesuai selera dan variasi resep.
Ikan yang digunakan dapat berupa ikan baung, patin, atau jenis ikan air tawar lainnya. Seruit biasanya disantap bersama nasi hangat dan aneka lalapan, seperti daun singkong, terong, serta sayuran segar.
BACA JUGA:Bandar Lampung: Sejarah, Letak Geografis, dan Potensi Kota di Ujung Sumatera
Keistimewaan seruit terletak pada perpaduan rasa gurih, pedas, dan asam yang berasal dari sambal serta bahan pendampingnya. Tempoyak, yakni daging durian yang difermentasi, memberikan karakter rasa asam dengan aroma khas.
Namun, seruit bukan sekadar hidangan untuk mengenyangkan perut. Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung menjelaskan bahwa tradisi nyeruit memiliki makna kebersamaan, yaitu menikmati makanan bersama keluarga, kerabat, atau teman.