Meski demikian, hidangan ini termasuk pilihan yang dapat dijumpai dalam wisata kuliner Bandar Lampung.
4. Tempoyak, Olahan Durian dengan Cita Rasa Khas
Bagi pencinta durian, tempoyak menawarkan pengalaman kuliner yang berbeda. Tempoyak dibuat melalui proses fermentasi daging buah durian dengan garam hingga menghasilkan rasa asam dan aroma yang khas.
Di Lampung, tempoyak dapat digunakan sebagai campuran sambal seruit maupun bumbu masakan ikan. Bahan ini memberikan karakter rasa yang kuat dan berbeda dari sambal pada umumnya.
Penggunaan tempoyak juga menunjukkan bagaimana masyarakat setempat mengolah bahan pangan musiman menjadi produk yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai hidangan.
Meski aromanya mungkin terasa tajam bagi orang yang baru mencobanya, tempoyak menjadi salah satu bahan penting untuk mengenal kekayaan cita rasa kuliner Sumatra, termasuk Lampung.
BACA JUGA:WFA ASN Bandar Lampung Mulai 10 April 2026, Ini Daftar Pegawai yang Boleh dan Wajib WFO
5. Geguduh, Camilan Tradisional Berbahan Pisang
Geguduh merupakan kudapan tradisional Lampung yang menggunakan pisang sebagai bahan utama. Pisang dihaluskan, kemudian dicampur dengan tepung dan bahan tambahan sesuai resep sebelum digoreng hingga matang.
Teksturnya cenderung lembut di bagian dalam dengan bagian luar yang lebih kering setelah digoreng. Rasanya manis, sehingga cocok disajikan sebagai camilan sore atau teman minum teh dan kopi.
Geguduh juga memperlihatkan pemanfaatan pisang sebagai bahan pangan yang mudah diolah menjadi beragam makanan tradisional.
Wisatawan yang ingin mencoba jajanan khas daerah dapat memasukkan geguduh ke dalam daftar kuliner yang dicari saat berkunjung ke Lampung.
6. Engkak Ketan, Kue Legit yang Kaya Rasa
Engkak ketan merupakan salah satu kue tradisional Lampung yang terkenal dengan teksturnya yang padat, lembut, dan legit.
BACA JUGA:Viral! Suasana Subuh di Bandar Lampung Bikin Takjub, Warganet: Adem Banget!
Bahan pembuatannya umumnya mencakup tepung ketan, telur, gula, serta santan atau bahan berlemak lainnya sesuai resep. Adonan dipanggang secara bertahap sehingga membentuk lapisan-lapisan yang menjadi ciri khasnya.