Wall Street Bangkit Lagi? Ini Prediksi Mengejutkan Arah S&P 500 dan Nasdaq di 2026

Kamis 26-02-2026,13:00 WIB
Reporter : Reza
Editor : Reza

Pasar Eropa menunjukkan pemulihan bertahap, didukung sektor energi dan keuangan. FTSE 100 relatif stabil karena komposisinya yang kuat di sektor komoditas dan perbankan.

Prediksi 2026 (Eropa):

  • Pertumbuhan moderat 4–8%
  • Risiko utama berasal dari perlambatan ekonomi kawasan euro.

BACA JUGA:Unila Perkuat Kerja Sama Internasional dengan University of Seville melalui Program HARVEST Erasmus+ 2026

Jepang

Nikkei 225 masih menarik investor global karena reformasi tata kelola perusahaan dan pelemahan yen yang mendukung ekspor.

Prediksi 2026 (Jepang):

  • Potensi pertumbuhan 5–9%
  • Bergantung pada kebijakan Bank of Japan terkait suku bunga.

Tiongkok & Hong Kong

Hang Seng dan pasar saham Tiongkok menghadapi tantangan dari sektor properti dan regulasi domestik. Namun stimulus ekonomi bisa menjadi katalis positif.

Prediksi 2026 (China):

  • Potensi rebound teknikal 5–12% jika stimulus agresif diluncurkan.
  • Risiko tetap tinggi akibat tekanan sektor properti.

Sektor yang Diprediksi Unggul 2026

Teknologi & AI

Masih menjadi sektor utama dengan pertumbuhan laba tertinggi.

BACA JUGA:BI Lampung Luncurkan SERAMBI 2026, Siapkan Rp4,5 Triliun Uang Tunai untuk Ramadan dan Idulfitri

Energi Terbarukan

Didorong transisi energi global dan kebijakan net zero emission.

Keuangan

Diuntungkan dari stabilisasi suku bunga.

Properti

Masih sensitif terhadap tingkat suku bunga.

Consumer Cyclical

Bergantung pada daya beli masyarakat global.

Strategi Investor Menghadapi 2026:

  • Diversifikasi geografis (AS, Asia, Eropa).
  • Kombinasi saham growth dan defensive.
  • Perhatikan earnings report kuartalan.
  • Waspadai volatilitas jangka pendek.
  • Gunakan pendekatan bertahap (dollar cost averaging).

Investor jangka panjang masih memiliki peluang pertumbuhan, tetapi manajemen risiko menjadi kunci utama di tengah ketidakpastian global.

Prospek Pasar Saham Indonesia

Sebagai bagian dari pasar emerging market, IHSG cenderung mengikuti sentimen global. Jika arus modal asing kembali masuk akibat pelonggaran moneter global, pasar Indonesia bisa mendapat dorongan signifikan.

Kategori :