Pasar Eropa menunjukkan pemulihan bertahap, didukung sektor energi dan keuangan. FTSE 100 relatif stabil karena komposisinya yang kuat di sektor komoditas dan perbankan.
Prediksi 2026 (Eropa):
- Pertumbuhan moderat 4–8%
- Risiko utama berasal dari perlambatan ekonomi kawasan euro.
Jepang
Nikkei 225 masih menarik investor global karena reformasi tata kelola perusahaan dan pelemahan yen yang mendukung ekspor.
Prediksi 2026 (Jepang):
- Potensi pertumbuhan 5–9%
- Bergantung pada kebijakan Bank of Japan terkait suku bunga.
Tiongkok & Hong Kong
Hang Seng dan pasar saham Tiongkok menghadapi tantangan dari sektor properti dan regulasi domestik. Namun stimulus ekonomi bisa menjadi katalis positif.
Prediksi 2026 (China):
- Potensi rebound teknikal 5–12% jika stimulus agresif diluncurkan.
- Risiko tetap tinggi akibat tekanan sektor properti.
Sektor yang Diprediksi Unggul 2026
Teknologi & AI
Masih menjadi sektor utama dengan pertumbuhan laba tertinggi.
BACA JUGA:BI Lampung Luncurkan SERAMBI 2026, Siapkan Rp4,5 Triliun Uang Tunai untuk Ramadan dan Idulfitri
Energi Terbarukan
Didorong transisi energi global dan kebijakan net zero emission.
Keuangan
Diuntungkan dari stabilisasi suku bunga.
Properti
Masih sensitif terhadap tingkat suku bunga.
Consumer Cyclical
Bergantung pada daya beli masyarakat global.
Strategi Investor Menghadapi 2026:
- Diversifikasi geografis (AS, Asia, Eropa).
- Kombinasi saham growth dan defensive.
- Perhatikan earnings report kuartalan.
- Waspadai volatilitas jangka pendek.
- Gunakan pendekatan bertahap (dollar cost averaging).
Investor jangka panjang masih memiliki peluang pertumbuhan, tetapi manajemen risiko menjadi kunci utama di tengah ketidakpastian global.
Prospek Pasar Saham Indonesia
Sebagai bagian dari pasar emerging market, IHSG cenderung mengikuti sentimen global. Jika arus modal asing kembali masuk akibat pelonggaran moneter global, pasar Indonesia bisa mendapat dorongan signifikan.