Tarawih 11 atau 23 Rakaat? Ini Perbedaan, Dalil, dan Penjelasan Lengkapnya

Jumat 27-02-2026,06:00 WIB
Reporter : Reza
Editor : Reza

LAMPUNG.DISWAY.ID - Setiap Ramadan, pertanyaan ini hampir selalu muncul: lebih tepat tarawih 11 rakaat atau 23 rakaat?Perbedaan jumlah rakaat tarawih sering menjadi perdebatan di tengah masyarakat. Padahal, jika ditelusuri dari sejarah dan dalil, keduanya memiliki dasar yang kuat dalam khazanah Islam.

Lalu, di mana letak perbedaannya?

Apa Itu Shalat Tarawih?

Shalat Tarawih adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada malam hari selama bulan Ramadan setelah shalat Isya.

Tarawih termasuk qiyam Ramadan yang sangat dianjurkan. Rasulullah bersabda:

“Barang siapa melaksanakan qiyam Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

BACA JUGA:Menu Berbuka Aman untuk Penderita Asam Urat: Panduan Lengkap Agar Kadar Urat Tetap Stabil Saat Ramadan

Dasar Tarawih 11 Rakaat

Pendapat tarawih 11 rakaat merujuk pada hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha.

Beliau mengatakan bahwa Rasulullah tidak pernah shalat malam di bulan Ramadan maupun di luar Ramadan lebih dari 11 rakaat (8 rakaat tarawih + 3 rakaat witir).

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.

Pendukung 11 rakaat berpendapat bahwa jumlah ini lebih mendekati praktik Rasulullah secara langsung.

Biasanya formatnya:

  • 8 rakaat tarawih
  • 3 rakaat witir

BACA JUGA:Asal Usul THR: Sejarah Tunjangan Hari Raya di Indonesia dari Era Soekarno hingga Sekarang

Dasar Tarawih 23 Rakaat

Pendapat 23 rakaat merujuk pada praktik yang dilakukan pada masa khalifah Umar bin Khattab.

Pada masa beliau, kaum Muslimin melaksanakan tarawih berjamaah sebanyak 20 rakaat ditambah 3 rakaat witir, sehingga total 23 rakaat.

Riwayat ini disebutkan dalam berbagai kitab fiqih dan diamalkan oleh mayoritas ulama mazhab seperti:

  • Mazhab Hanafi
  • Mazhab Syafi’i
  • Mazhab Hanbali (dalam salah satu pendapat)
Kategori :