Praktik ini kemudian menyebar luas dan menjadi tradisi di banyak negara Muslim, termasuk Indonesia.
BACA JUGA:Daftar Masjid di Bandar Lampung yang Menyediakan Takjil Gratis Ramadan 2026
Perbedaan Utama 11 dan 23 Rakaat
Mana yang Lebih Utama?
Mayoritas ulama sepakat bahwa tarawih tidak dibatasi jumlah rakaat tertentu secara mutlak.
Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad memiliki variasi pendapat tentang jumlah rakaat, bahkan ada riwayat yang menyebut 36 rakaat di Madinah pada masa tertentu.
Artinya, yang terpenting adalah:
- Dilakukan dengan khusyuk
- Tidak memberatkan
- Menghidupkan malam Ramadan
Baik 11 maupun 23 rakaat, keduanya sah dan memiliki dasar yang kuat.
Mengapa Terjadi Perbedaan?
Perbedaan ini muncul karena:
- Perbedaan dalam memahami hadits
- Perbedaan praktik sahabat
- Ijtihad ulama dalam menentukan jumlah yang lebih maslahat
Dalam fiqih, perbedaan seperti ini disebut sebagai ikhtilaf yang dibenarkan.
Sikap Bijak Menghadapi Perbedaan
Ramadan adalah bulan persatuan, bukan perpecahan.
Jika di masjid setempat dilaksanakan 23 rakaat, maka ikutlah berjamaah hingga selesai agar mendapat pahala sempurna bersama imam.
BACA JUGA:Tips Puasa bagi Penderita GERD: Aman, Nyaman, dan Minim Asam Lambung Naik
Jika dilaksanakan 11 rakaat, itu pun sah dan sesuai sunnah.
Jangan sampai perbedaan jumlah rakaat justru mengurangi kekhusyukan dan ukhuwah Islamiyah.
Perbedaan tarawih 11 dan 23 rakaat bukanlah persoalan benar atau salah. Keduanya memiliki landasan dalil dan sejarah yang kuat dalam Islam.
Yang terpenting adalah semangat menghidupkan malam Ramadan dengan ibadah, bukan memperdebatkan jumlah rakaat.