Tarawih 11 atau 23 Rakaat? Ini Perbedaan, Dalil, dan Penjelasan Lengkapnya

Jumat 27-02-2026,06:00 WIB
Reporter : Reza
Editor : Reza

Praktik ini kemudian menyebar luas dan menjadi tradisi di banyak negara Muslim, termasuk Indonesia.

BACA JUGA:Daftar Masjid di Bandar Lampung yang Menyediakan Takjil Gratis Ramadan 2026

Perbedaan Utama 11 dan 23 Rakaat

Aspek 11 Rakaat 23 Rakaat Dasar utama Hadits Aisyah Praktik sahabat di masa Umar Jumlah tarawih 8 rakaat 20 rakaat Witir 3 rakaat 3 rakaat Durasi Lebih singkat Lebih panjang Umum di Indonesia Ada Lebih dominan di NU

Mana yang Lebih Utama?

Mayoritas ulama sepakat bahwa tarawih tidak dibatasi jumlah rakaat tertentu secara mutlak.

Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad memiliki variasi pendapat tentang jumlah rakaat, bahkan ada riwayat yang menyebut 36 rakaat di Madinah pada masa tertentu.

Artinya, yang terpenting adalah:

  • Dilakukan dengan khusyuk
  • Tidak memberatkan
  • Menghidupkan malam Ramadan

Baik 11 maupun 23 rakaat, keduanya sah dan memiliki dasar yang kuat.

BACA JUGA:Membersihkan Hidung dan Telinga Saat Puasa, Apakah Membatalkan? Ini Penjelasan 4 Mazhab dan Ulama Kontemporer

Mengapa Terjadi Perbedaan?

Perbedaan ini muncul karena:

  • Perbedaan dalam memahami hadits
  • Perbedaan praktik sahabat
  • Ijtihad ulama dalam menentukan jumlah yang lebih maslahat

Dalam fiqih, perbedaan seperti ini disebut sebagai ikhtilaf yang dibenarkan.

Sikap Bijak Menghadapi Perbedaan

Ramadan adalah bulan persatuan, bukan perpecahan.

Jika di masjid setempat dilaksanakan 23 rakaat, maka ikutlah berjamaah hingga selesai agar mendapat pahala sempurna bersama imam.

BACA JUGA:Tips Puasa bagi Penderita GERD: Aman, Nyaman, dan Minim Asam Lambung Naik

Jika dilaksanakan 11 rakaat, itu pun sah dan sesuai sunnah.

Jangan sampai perbedaan jumlah rakaat justru mengurangi kekhusyukan dan ukhuwah Islamiyah.

Perbedaan tarawih 11 dan 23 rakaat bukanlah persoalan benar atau salah. Keduanya memiliki landasan dalil dan sejarah yang kuat dalam Islam.

Yang terpenting adalah semangat menghidupkan malam Ramadan dengan ibadah, bukan memperdebatkan jumlah rakaat.

Kategori :